Jombang, Jurnal Jatim –Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Jombang, Jawa Timur bersama Badan Pusat Statistik (BPS) wilayah setempat menetapkan tiga desa menjadi pilot project atau percontohan program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) 2022.
Yakni Desa Tambakrejo Kecamatan Jombang, Desa Pulosari Kecamatan Bareng, dan Desa Jombok, Kecamatan Ngoro. Tiga desa itu akan mendapatkan pembinaan dari BPS.
Desa Cantik merupakan program percepatan penguatan statistik sektoral secara nasional yang dilaksanakan pada tingkat pemerintahan terkecil dan sekaligus sebagai salah satu implementasi Program Satu Data Indonesia.
Program Desa Cantik dilaunching oleh BPS Jombang bersama Pemkab setempat pada Rabu (8/6/2022) disertai sosialisasi long form sensus penduduk 2020 lanjutan, di Ruang Swagata Pendopo Kabupaten Jombang.
Bupati Mundjidah Wahab mengungkapkan bahwa Pemkab Jombang siap bersinergi mewujudkan program satu data Indonesia untuk mewujudkan keterpaduan perencanaan pelaksanaan, evaluasi, dan pengendalian pembangunan.
“Serta mendukung suksesnya sensus penduduk 2020 lanjutan,” kata Mundjidah.
Ia meminta seluruh masyarakat Jombang turut mendukung dan membantu petugas sensus dari Badan Pusat Statistik yang sedang melaksanakan pekerjaan besar yaitu Sensus Penduduk 2020 lanjutan yang sempat tertunda karena pandemi COVID-19, dengan memberikan jawaban yang benar, tepat dan akurat.
“Saya minta masyarakat Kabupaten Jombang memberikan jawaban yang tepat dan akurat kepada petugas Sensus. Sebab Sensus Penduduk lanjutan ini sebagai dasar penentu kebijakan pembangunan,” ujarnya.
Data hasil Sensus Penduduk 2020 lanjutan ini sangat penting sebagai benchmark (tolak ukur/patokan) dalam penyusunan indikator kependudukan Indonesia. Data kependudukan harus selalu di-update dan dilengkapi secara berkala, agar dalam perencanaan pembangunan manusia lebih tepat sasaran.
Disisi lain, data kependudukan juga berguna sebagai bahan evaluasi capaian pembangunan di bidang kependudukan pada SDGs dan RPJMN di level nasional dan RPJMD di level daerah. Selain itu, data hasil SP 2020 lanjutan diharapkan menjadi potret kondisi demografi Indonesia setelah melewati gelombang ke-2 pandemi COVID-19.
Menurut dia, keberhasilan pelaksanaan SP 2020 lanjutan merupakan tanggung jawab bersama. Untuk itu, Mundjidah mengajak seluruh elemen masyarakat, OPD maupun pimpinan masyarakat di Kecamatan dan di Desa dan Kelurahan menunjukkan sinergitas pelaksanaan sensus penduduk 2020 lanjutan.
“Mari kita bantu pelaksanaan sensus penduduk 2020 lanjutan dengan sepenuh hati. Sampaikan pada keluarga, sanak saudara, tetangga dan komunitas dalam lingkungan saudara untuk mendukung kegiatan Sensus Penduduk 2020 lanjutan ini,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BPS Jombang, Endang Sulastri menambahkan, BPS Provinsi Jawa Timur menetapkan 3 Desa di Kabupaten Jombang untuk mendapatkan pembinaan program Desa Cantik.
“Desa Cantik merupakan implementasi pembinaan statistik sektoral yang lebih luas dan berkesinambungan kepada desa,” kata Endang.
Tiga desa cantik yang ditetapkan oleh BPS itu dari 306 desa dan 3 kelurahan yang ada di Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Harapannya adalah untuk meningkatkan kompetensi statistik aparatur Desa sehingga perencanaan pembangunan desa nantinya menjadi lebih tepat sasaran. Selain itu, ketiga Desa cantik itu bisa meraih penghargaan pada tingkat Provinsi dan Tingkat Nasional dalam pengelolaan Data Statistik Sektoral.
“Melalui program Desa Cantik ini diharapkan nantinya sistem informasi desa berbasis masyarakat dapat dioptimalkan,” ujarnya.
Dapatkan update berita menarik lainnya hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news instagram serta twitter Jurnaljatim.com.