oleh

Bangkitkan Semangat Kebangsaan Melalui Kirab Merah Putih di Jombang

Jombang, Jurnal Jatim – Bendera merah putih raksasa membentang di kawasan stadion Merdeka, Kabupaten Jombang, Jawa Timur sebagai bentuk penolakan paham khilafah radikalisme, Kamis sore (30/6/2022).

Kemudian ratusan massa mengatasnamakan Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) dengan mengenakan pakaian adat tampak bersama-sama jalan kaki membawa Bendera Merah Putih raksasa itu.

Bendera Merah Putih itu dibawa keliling dari Jl Gus Dur lalu melewati Jl KH Wahid Hasim dan berakhir di depan taman kota Kebonrojo. Kirab bendera merah putih itu memenuhi sepanjang jalan yang dilalui.

Bangkitkan Semangat Kebangsaan Melalui Kirab Merah Putih di Jombang

Dalam aksi itu, massa juga membawa banner yang bertuliskan penolakan paham khilafah di Indonesia, khususnya di Jombang, Jatim

“Mari kita bersama-sama menyuarakan kebhinekaan, bersama-sama menjaga NKRI dan tetap berpegang teguh pada pancasila. Jangan sampai ada bendera lain di Negara ini,” teriak salah satu orator melalui pengeras suara dari kendaraan mobil.

Di sela aksi, Ketua Umum PNIB, AR Waluyo Wasis Nugroho mengatakan ada 500 orang yang mengikuti kirab bendera merah putih  ukuran panjang 100 meter dan lebar 3 meter tersebut.

Waluyo menegaskan, tujuan aksi itu adalah untuk menumbuhkan kembali nilai-nilai kebangsaan yang luntur oleh paham khilafah, radikalisme dan terorisme.

“Gerakan ini saya harapkan membangkitkan semangat cinta tanah air, patriotisme serta dapat membangun spirit Indonesia yang berpancasila. Hanya merah putih yang boleh berkibar di Jombang dan seluruh Indonesia,” tegas dia.

Dirinya menginginkan agar Jombang, Jatim dan seluruh Indonesia bebas dari yayasan maupun lembaga berkedok pesantren yang mengajarkan paham ideologi, radikalisme, khilafah dan terorisme.

“Jombang ini sangat massif sekali pendirian-pendirian hal tersebut. Harapan kami, Polri yang besok memperingati HUT ke 76 semakin berani untuk menindaktegas para khilafah radikalisme terorisme tanpa pandang bulu,” kata pria yang biasa dipanggil Gus Wal ini.

Waluyo menambahkan, aksi yang dilakukan di Jombang itu merupakan kedua kalinya setelah sebelumnya di daerah Jogjakarta. Aksi seperti itu juga akan terus dilakukan di berbagai daerah di Indonesia.

“Jombang adalah kota santri dan pluralisme, cikal bakal pergerakan memperjuangkan kemerdekaan. Dari Jombang kita gelorakan semangat nasionalisme dan kebangsaan ini, karena itulah masa depan,” pungkas pria berambut gondrong itu.

Dapatkan update berita menarik hanya di Jurnaljatim.com, Jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news instagram serta twitter Jurnaljatim.com.