Satgas COVID-19 Jombang: 90 Persen Pasien Meninggal Belum Divaksin

Jombang, Jurnal Jatim – Satgas COVID-19 Kabupaten Jombang, Jawa Timur menyatakan mayoritas pasien COVID-19 di Kabupaten Jombang, Jawa Timur yang meninggal dunia dalam 3 bulan terakhir, teridentifikasi belum melakukan vaksinasi COVID-19.

Pasien COVID-19 yang belum melakukan vaksinasi memiliki kerentanan lebih tinggi untuk perburukan kondisi, dibandingkan dengan pasien yang sudah vaksin.

Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Jombang, Budi Winarno, mengatakan, berdasarkan hasil analisis tim kesehatan, pasien COVID-19 di Kabupaten Jombang yang meninggal dunia mayoritas belum disuntik .

“90 persen pasien positif COVID-19 yang meninggal dunia itu belum vaksin. Itu kondisi riil,” kata Budi, Minggu (29/8/2021).

Faktor lain yang menjadi penyebab banyaknya pasien COVID-19 meninggal dunia adalah adanya penyakit penyerta, serta keterlambatan merujuk pasien ke rumah .

“Bahkan, banyak pasien yang sudah berada dalam kondisi kritis saat dibawa ke rumah sakit rujukan,” ujar Kominfo itu.

Satgas COVID-19 terus mendorong untuk melakukan percepatan vaksinasi COVID-19. Bahkan, , Mundjidah Wahab akan memulai vaksinasi COVID-19 bagi akhir Agustus 2021. Tujuannya untuk menciptakan herd immunity (kekebalan kelompok).

Berdasarkan data, per Kamis (26/8/2021), dari 1.019.942 orang yang ditargetkan untuk melakukan vaksinasi COVID-19, sebanyak 581.743 orang sudah melakukan vaksinasi COVID-19 dosis pertama.

Sedangkan masyarakat yang sudah menyelesaikan vaksinasi COVID-19 dosis kedua sebanyak 380.397 orang atau 37,3 persen dari jumlah target sasaran.

Data Dinas Kesehatan awal Januari 2021, jumlah kasus kematian yang tercatat sebanyak 248 kasus, dari jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 sebanyak 2.349 kasus.

Kemudian pada 30 Juni, dari 5.320 kasus terkonfirmasi positif COVID-19, secara kumulatif tercatat ada 559 orang yang meninggal. Dari awal Juli hingga minggu keempat Agustus 2021, jumlah pasien yang meninggal dunia akibat infeksi virus corona, sebanyak 931 orang.

Budi menyebut, kondisi terkini, tren kenaikan kasus terkonfirmasi yang diikuti dengan kenaikan kasus kematian terus mengalami penurunan kasus. Adapun peningkatan kasus, terjadi sejak pertengahan Juni 2021 dengan puncak kenaikan kasus dan kematian pada 15 Juli lalu.

“Setelah minggu ketiga Agustus sampai dengan minggu keempat ini tren kesembuhan sudah mulai naik, tren konfirmasi turun, tren meninggal juga turun. Kalaupun ada kasus aktif, itu kondisinya isolasi, artinya OTG,” ujarnya.

Meski tren kasus mengalami penurunan, Budi meminta masyarakat tidak lengah dan tetap waspada karena COVID-19 masih berlangsung.

Masyarakat diharapkan tetap mematuhi . Yakni disiplin memakai dan rajin cuci tangan, menjaga jarak serta menghindari dan mengurangi mobilitas.

 

Editor: Azriel