oleh

Pengalaman Wartawan di Jombang Sembuh dari Infeksi COVID-19

Jombang, Jurnal Jatim – Anggi Fridianto, (28), adalah salah satu sekian wartawan di Jombang, Jawa Timur yang pernah terinfeksi COVID-19. Anggi dinyatakan positif setelah merawat ibu mertuanya yang terlebih dulu terinfeksi virus corona hingga meninggal dunia.

“Saya adalah seorang penyintas COVID-19. Saya dinyatakan positif pada tanggal 15 Juli, kemudian isolasi mandiri di rumah dengan gejala ringan,” ucap dia, di Sekretariat PWI Jombang, Sabtu (6/8/2021).

Bapak satu anak tersebut menuturkan, mulanya, ibu mertuanya sakit dengan gejala yang mengarah pada COVID-19. yakni sesak napas. Selain itu, saturasi oksigen juga terus menurun.

Lantas, ibu mertuanya dirujuk ke RSUD Jombang. Di rumah sakit pelat merah itu, ibunya diperiksa dan diswab. Hasilnya terkonfirmasi positif. 4 hari kemudian, ibunya mertuanya tutup usia.

“Kemudian saya mengikuti tracing yang dilakukan Dinas Kesehatan, karena kontak erat dengan ibu saya. Nah, dari tracing itu, saya diketahui positif COVID-19. Saya positif tanggal 15 Juli,” tuturnya.

Karena tak merasakan gejala sakit, Anggi diimbau oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang untuk isolasi mandiri (Isoman) selama 10 hari di rumah sebagai upaya mencegah penyebaran COVID-19.

Wartawan salah satu media cetak di Jombang itu pun mengikuti imbauan Dinkes. Anggi menjalani isoman di sebuah rumah yang jauh dari keluaraga, istri dan anaknya yang berumur 6 bulan.

“Selama isoman, saya interaksi dengan keluarga dan teman-teman melalui virtual. Kebutuhan makanan dan lainnya dikirim keluarga dan juga teman-teman. Mereka semua selalu mensupport atau menyemangati saya dari jauh,” ujarnya.

Pengalaman Wartawan di Jombang Sembuh dari Infeksi COVID-19

Anggi melanjutkan, saat menjalani isolasi, beberapa gejala muncul, seperti hilangnya indera penciuman (Anosmia), demam, pusing, dan panas. Gejala itu ia sampaikan ke Dinkes setempat.

“Atas saran Dinkes, saya mengonsumsi vitamin dan jamu herbal tradisional. Alhamdulillah gejala saya menurun dan akhirnya saya tes swab lagi dan hasilnya negatif, tepatnya 25 Juli lalu,” ujarnya.

Anggi sudah kembali beraktifitas melakukan peliputan seperti biasanya. Namun, ia lebih memperketat protokol kesehatan untuk membentengi dirinya agar tak kembali terinveksi virus yang mematikan itu.

“Saya saat ini menerapkan prokes lebih ketat dari sebelumnya, misalnya dalam bermasker saya menggunakan dua lapis yang di dalam ini adalah masker medis, yang di luar adalah kain. Saya lakukan agar lebih aman dari ancaman terpapar lagi,” ujarnya.

Memakai masker dua lapis awalnya mumbuat Anggi kesulitan benapas, tapi, perlahan bisa beradaptasi hingga menjadi terbiasa.

“Tidak mengganggu aktifitasnya, karena saya sudah mulai terbiasa menggunakan masker dua lapis ini,” kata wartawan yang tinggal di jalan Brigjen Kretarto itu.

Lebih lanjut, dirinya berpesan kepada masyarakat, khususnya teman-teman se profesinya agar tetap mematuhi prokes saat menjalankan tugas di lapangan. Ia menyarankan untuk selalu membawa handsanitizer di setiap agenda dan selalu menjaga jarak dengan narasumber.

“Upayakan menggunakan masker dobel, itu sangat penting, karena kita tidak tahu kalau di luar sana kondisinya saat ini mungkin lebih menghawatirkan daripada sebelumnya,” Anggi berpesan.

 

Editor: Azriel