oleh

Pengemudi Ojek Online di Jombang Terima Bantuan Paket Sembako dari Polisi

Jombang, Jurnal Jatim – Pengemudi ojek online (Ojol) adalah salah satu masyarakat yang terdampak pandemi COVID-19. Kebijakan penerapan PPKM darurat untuk menekan laju penyebaran virus corona juga berdampak pada menurunnya pendapatan mereka karena aktivitas masyarakat dibatasi.

Guna meringankan kebutuhan mereka, Polres Jombang menyalurkan bantuan sosial berupa paket sembako yang berisi beras, vitamin, masker dan hand sanitizer kepada pengemudi Ojol yang mangkal di kawasan jalan protokol Kabupaten Jombang.

Kapolres Jombang, AKBP Agung Setyo Nugroho mengatakan, sebanyak 100 paket sembako dibagikan secara langsung kepada para pengemudi Ojol baik Gojek maupun Grab yang terdampak pandemi COVID-19 serta PPKM Darurat.

“Hari ini kami kembali menyalurkan bantuan berupa sembako kepada para pengemudi Ojek online (Ojol) yang terdampak pandemi COVID-19,” kata Agung usai membagikan bansos kepada komutitas Ojol di kantor Satlantas Polres Jombang, Kamis (22/7/2021).

Agung mengatakan, penyaluran bantuan tersebut untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak penerapan PPKM Darurat.

Sebab, kata dia  tidak dipungkiri sejauh ini banyak warga terutama pekerja harian penghasilannya menurun akibat adanya PPKM darurat sejak 3 Juli lalu.

“Semoga bantuan sosial berupa paket sembako ini,  bisa sedikit membantu meringankan beban teman-teman pengemudi Ojol yang terdampak pandemi COVID-19 serta aturan PPKM Darurat,” ucapnya.

Kapolres menghimbau, agar Komunitas Ojek online dapat bekerjasama menjadi pelopor dalam menerapkan protokol kesehatan sebagai upaya memutus matarantai penyebaran COVID-19.

“Kami harapkan seluruh masyarakat tetap mematuhi anjuran pemerintah salah satunya dengan mematuhi 5M yakni, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas dan menjauhi kerumunan,” imbaunya.

Sebatas diketahui, kasus COVID-19 di Kabupaten Jombang masih tinggi. Per Kamis (22/7/2021), tercatat di laman resmi Dinas Kesehatan Pemkab Jombang sebanyak 7.795 kasus. Dari jumlah itu, 5.389 orang berhasil sembuh. Kemudian 918 orang isolasi mandiri, 558 orang dirawat dan 930 orang meninggal dunia.

 

Editor: Azriel