oleh

Karyawan Pabrik Sepatu Jombang Keracunan Makanan, 3 Orang Diperiksa

Jombang, Jurnal Jatim – Polres Jombang, Jawa Timur tengah menangani kasus dugaan keracunan puluhan karyawan pabrik sepatu di Jombang usai menyantap makan buka puasa yang disedikan pihak pabrik.

Penanganan yang dilakukan polisi yakni memeriksa para saksi serta mengambil sampel makanan untuk dibawa ke Laboratorium Forensek (Labfor) Polda Jawa Timu.

Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Teguh Setiawan menyatakan pihaknya telah memeriksa tiga orang terkait peristiwa dugaan keracunan yang dialami puluhan karyawan pabrik sepatu tersebut.

“3 orang (diperiksa). Dari perusahaan, dokter perusahaan dan penjual makanan,” kata AKP Teguh dikonfirmasi Jurnaljatim.com lewat WhatsApp, Jumat malam (30/4/2021).

Hasil keterangan dari ketiga orang yang diperiksa menyebutkan, makanan itu dipesan dari warung yang berada di depan pabrik PT Venezia Footwear tersebut.

Menurut Teguh, pabrik yang berlokasi di Dusun Serning, Desa Banjaragung, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang itu biasa memesan makan di warung itu untuk diberikan kepada karyawan yang lembur kerja.

“Kalo hasil riksa, memang kalau ada lemburan karyawan dipesankan makan di warung depan pabrik dan sudah biasa,” kata Teguh.

Namun, pada Jumat malam, (30/4/2021) puluhan karyawan pabrik tersebut mengeluhkan berbagai gejala usai menyantap makanan yang disediakan oleh pabrik tempat mereka bekerja.

Gejala yang dirasakan, antara lain mual, mulas serta diare. Sekitar tiga puluh orang bahkan dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan darurat.

“Baru semalam itu kok karyawan keracunan,” ujar Teguh.

Teguh menjelaskan, pihaknya telah mengambil sampel makanan yang diduga menjadi penyebab mereka keracunan. Sampel makanan itu dibawa ke laboratorium forensik (Labfor) Polda Jatim untuk dicek.

“Sampel makanan besok (hari ini, red) kirim ke labfor,” kata AKP Teguh dalam pesan singkatnya.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang didapat, ada sekitar 78 orang karyawati yang merasakan gejala keracunan. Sebagian sudah membaik, lalu sebagian lainnya masih dirawat di Rumah Sakit Kristen Mojowarno.

“Sudah banyak yg membaik dan pulang ke rumah,” ujarnya.

 

Editor: Azriel