oleh

Bupati Jombang Copot Lurah Minta Tunjangan Hari Raya ke Pengusaha

Jombang, Jurnal Jatim– Bupati Jombang, Jawa Timur, Mundjidah Wahab, mencopot Lurah Jombatan, Kecamatan Jombang, karena diduga melanggar sumpah jabatannya meminta bantuan Tunjangan Hari Raya (THR) berupa parsel lebaran kepada sejumlah pengusaha di lingkungan kelurahannya.

Langkah tegas itu diberikan setelah beredarnya surat permohonan Bantuan THR Parsel Lebaran tertanggal 28 April 2021 yang ditandatangani oleh Lurah Kislan. Surat itu viral dan menjadi pemberitaan media.

“Sesuai dengan pertimbangan-pertimbangan sesuai sumpah jabatanya, maka hari ini dilakukan pergantian lurah yang baru,” kata Mundjidah usai pelantikan dan pengambilan sumpah pejabat pengawas dan kepala SMP Negeri lingkup Pemkab setempat di ruang Swagata, Senin (3/5/2021).

Lurah baru kelurahan Jombatan diduduki Indra Pratama menggantikan lurah lama Kislan yang dipindahtugaskan sebagai Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Peterongan, Jombang,

Hal itu tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Jombang Nomor: 188.4.45/236/415.41/2021 tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan pengawas di Lingkup Kabupaten Jombang.

Mundjidah berharap Lurah Jombatan yang baru dapat menjalankan amanah jabatannya sesuai peraturan perundang-undangan sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Saya harapkan lurah yang baru ini bisa melaksanakan tugasnya sesuai amanah dan perundang-undangan. Sehingga diakhirnya tidak ada permasalahan terkait dengan hukum,” kata Mundjidah berharap.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah, Pendidikan dan Pelatihan (BKD-PP) Jombang, Senen, menegaskan akan memanggil mantan Lurah Keslan dan mendalami kasus permohonan bantuan THR untuk aparatur pemeritahan kelurahan Jombatan, Jombang.

“Belum, belum kita panggil karena kemarin hari libur, masalah ini tetap kita dalami motif surat edaran itu,” ujarnya.

Senen menyampaikan masa kerja Keslan sebagai aparatus sipil negara (ASN) sudah tidak lama lagi. Bulan September tahun 2022, yang bersangkutan akan memasuki masa pensiun atau purna tugas.

“Dari kejadian ini ada hikmahmya, dimana ASN dilarang dalam melakukan hal itu, agar kedepanya tidak terulang kembali,” ujarnya.

Sebelumnya, beredar sebuah surat berkop Kelurahan Jombatan, Jombang, Jawa Timur, yang isinya meminta tunjangan hari raya (THR) atau parsel kepada sejumlah pengusaha di daerah itu.

Tampak dalam surat yang dikeluarkan pada 28 April 2021 tersebut tercantum permintaan bantuan THR atau parsel untuk Lebaran Idul Fitri.

Permintaan itu ditujukan kepada pemilik usaha, toko, dan rumah makan di wilayah Kelurahan Jombatan, Kecamatan Jombang, secara sukarela. Bantuan THR atau parsel akan diberikan kepada 16 pegawai kelurahan.

 

Editor: Azriel