oleh

Pemkot Kediri Raih Penghargaan BKN Award 2020

Kediri, Jurnal Jatim – Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri, Jawa Timur meraih penghargaan BKN (Badan Kepegawaian Nasional) Award Tahun 2020, terbaik III, kategori V komitmen pengawasan dan pengendalian tingkat kota secara nasional.

Penghargaan diterima Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar dari Kepala BKN Bima Haria Wibisana dengan disaksikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Ruang Hayam Wuruk, Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, pada Kamis (1/4/2021).

Penilaian instansi pengelola kepegawaian terbaik yang mendapatkan penghargaan di BKN Award 2020 dinilai berdasarkan pada lima kategori.

Kategori I perencanaan kebutuhan, pelayanan pengadaan, kepangkatan dan pensiun. Kemudian Kategori II implementasi Sistem Aplikasi Pelayanan Kepegawaian (SAPK) dan pemanfaatan Computer Assisted Test (CAT).

Lalu, kategori III penilaian kompetensi. Kategori IV implementasi penilaian kinerja. Kategori V komitmen pengawasan dan pengendalian.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada kepala daerah yang berhasil meraih penghargaan tersebut. Ia berharap, penghargaan itu menjadi inspirasi.

“Semoga juga bisa dikembangkan ke action yang lain. Untuk yang meraih Award bidang A atau bidang B bisa terus dikembangkan. Karena saya rasa kompetensinya luar biasa dan kinerjanya pun juga luar biasa. Sistem juga luar biasa apalagi dikaitkan dengan perencanaan kebutuhan ASN kemudian pengendalian ASN,” ujarnya.

Abdullah Abu Bakar bersyukur dengan diraihnya penghargaan itu. Dia mengungkapkan bahwa saat ini ASN di Kota Kediri sudah baik dalam membuat pelaporan.

Tak hanya itu, didukung BKPPD yang melaporkan secara baik dan berkala. Kinerja terhadap ASN di Kota Kediri mendapat apresiasi dari BKN dan sudah sesuai.

“Tentu ke depan nanti kita akan ada e-kinerja. Nah e-kinerja ini harapannya kita bisa melaporkan lebih baik dan tertib lagi. Sehingga paling tidak kita bisa mempertahankan ini semua,” ungkapnya.

Wali Kota yang akrab disapa Mas Abu tersebut mengatakan, tantangan ke depan adalah ketepatan dan kecepatan dalam pelayanan yang didukung dengan IT. Serta lebih meningkatkan aplikasi e-kinerja.

“Saat ini kita sedang siapkan. Sehingga nanti ke depan kalau sudah berjalan kita bisa mengetahui laporan secara real time,” ujarnya. (Yd)

 

Editor: Hafid