oleh

Poskeswa Beri Pembinaan Kader dan Eks ODGJ di Sidowarek Jombang

Jombang, Jurnal Jatim – Pos Kesehatan Jiwa (Poskeswa) Dinas Sosial (Dinsos) memberikan pembinaan terhadap kader dan eks Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di pendapa, Desa Sidowarek, Kecamatan Ngoro, Jombang, Jawa Timur, Selasa (23/3/2021).

Fatchur Rohman, Kades Sidowarek, mengapresiasi kunjungan Poskeswa yang ditempatkan di Pendapa Desanya dengan dihadiri kader Posyandu dan eks ODGJ berserta keluarga.

“Saya sangat mengapresiasi program Poskeswa ini,” kata kepala desa yang akrab disapa Gus Fat tersebut.

Dia mengungkapkan, program Poskeswa sangat memperhatikan kesembuhan ODGJ dan meminta Kader Posyandu yang ditunjuk harus bekerja dengan ikhlas dan amanah.

“Pos pelayanan terpadu (posyandu) dan Keluarga memiliki peran yang sangat penting terhadap tingkat kesembuhan pasien dengan gangguan jiwa”, tuturnya.

Menurut Fatchur, sebagai pelayan masyarakat, tidak boleh membeda-bedakan, walaupun ODGJ tetap harus diperhatikan kesehatan, gizi dan kesembuhannya.

Terpisah, Eko Sulistyono perwakilan dari Dinas Sosial menyampaikan di Kecamatan Ngoro ada dua Poskeswa yang sangat penting terhadap tingkat kesembuhan pasien ODGJ.

“Dibentuknya Kader Jiwa diharapkan dapat memberikan perhatian dan perawatan pada pasien ODGJ sehingga mampu meningkatkan harapan hidup mereka untuk kembali produktif,” katanya.

Ia mengungkapka, relawan kader jiwa perlu pendekatan khusus pada keluarga dalam memberikan pemahaman agar bersedia membawa keluarganya yang mengalami gangguan jiwa untuk datang ke posyandu jiwa.

Sementara itu, Ketua PKK desa Sidowarek, Fatwa Hariwati menambahkan masalah kesehatan yang ada di ODGJ paling banyak terkait masalah kesehatan jiwa seperti; depresi, halusinasi, waham, defisit perawatan diri dan harga diri rendah.

“Posyandu jiwa merupakan pos pelayanan terpadu yang diperuntukan pada pasien gangguan jiwa. Kegiatan posyandu yang sudah berjalan seputar pemeriksaan kesehatan, timbang BB dan memberikan makanan bergizi,” tuturnya

Anggota Kader Jiwa meliputi masyarakat umum yang sukarela membantu kegiatan di posyandu sehingga untuk mengembangkan kegiatan posyandu yang kearah keperawatan jiwa dibutuhkan pelatihan.

 

 

Editor: Azriel