oleh

Polisi Selidiki Kematian Petani Yang Mengambang di Sungai Mojokerto

Mojokerto, Jurnal Jatim – Aparat kepolisian tengah menyelidiki penyebab kematian petani, Abdul Kholiq (56) yang jenazahnya ditemukan mengambang di sungai belakang rumahnya, Dusun Pungging Krisik, Desa Balongmasin, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Jumat (5/3/2021).

Setelah dievakuasi dan dibawa ke kamar jenazah RSUD Prof Dr Soekandar Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, jenazah Kholiq dibawa ke RS Bhayangkara Pusdik, Porong, Sidoarjo.

“Kesepakatan keluarga guna penyelidikan lebih lanjut, jenazah dibawa ke RS Bhayangkara Pusdik Porong untuk autopsi,” kata Kapolsek Pungging AKP Suwiji, Sabtu (6/3/2021).

Pada pemeriksaan awal, ditemukan luka seperti bekas benturan di kepala bagian belakang. Luka itu diduga disebabkan korban terjatuh dari pohon pete karena sekitar lokasi ada ranting pohon petai dan petai di dalam karung warna putih yang dibawa korban.

“Keseharian korban merupakan petani, ia biasa mencari pete untuk makan kelinci peliharaannya. Sehingga untuk mengetahui penyebab meninggalnya korban, jenazah korban dibawa ke RS Bhayangkara Pusdik Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo,” ujarnya.

Informasi yang dihimpun, Kholiq yang merupakan warga sekitar dilaporkan hilang pada hari Kamis (4/3/2021) atau sehari sebelum jasadnya ditemukan di sungai.

Korban saat itu pamit ke sawah, namun tidak pulang sehingga keluarga mencari keberadaannya. Bersama warga, keluarga sudah mencari di sekitar sawah namun tidak juga menemukan laki-laki paruh baya tersebut.

Kemudian, pada Jumat (5/3/2021) siang, warga menemukan jasad korban mengapung di sungai Kalgoro, Dusun Pungging Krisik, Desa Balongmasin belakang rumahnya dengan kedalaman 1 meter.

Menurut warga, keseharian Kholiq mencari tanaman untuk pakan ternak kelinci. Diduga saat itu korban mencari petai yang berada di seberang sungai tersebut.

“Kalau lihat di TKP ada batang yang patah dan ada buah petai yang masih muda di dalam karung, kemungkinan kecil pembunuhan. Cuma saksi kan tidak ada yang melihat korban panjat pohon petai, bisa jadi (terjatuh) cuma tidak ada saksinya,” ujarnya.

 

 

Editor: Azriel