Jombang, Jurnal Jatim – Pemerintah Kabupaten Jombang, Jawa Timur mengeluarkan kebijakan baru dengan memadamkan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) guna menekan laju penyebaran virus corona atau COVID-19.
Kebijakan diterapkan selama kurang lebih satu minggu mulai tanggal 14 hingga 21 Februari 2021. Disebutkan bahwa dilakukan pemadaman PJU mulai jam 20.00 sampai jam 00.00 WIB.
“Betul mas, (kebijakan) pemadaman lampu PJU, untuk mencegah penyebaran COVID-19. Karena Jombang saat ini masuk dalam zona merah COVID-19,” kata Sekda Kabupaten Jombang Akhmad Jazuli dikonfirmasi Jurnal Jatim lewat ponsel.
Diputuskan pemadaman lampu jalan setelah pemerintah daerah menggelar rapat bersama Kodim 0814, Polres dan Kepala OPD pada tanggal 13 Februari kemarin.
Rapat itu menindaklanjuti instruksi menteri dalam negeri nomor 3 tahun 2021 dan Instruksi Bupati Jombang no 01 tahun 2021. Terkait juga penetapan Kabupaten Jombang sebagai zona merah atau daerah rawan penularan COVID-19.
Jazuli mengatakan, selain itu juga diberlakukan pembatasan jam malam. Aktifitas sosial dan perniagaan seperti toko moderen, tradisional, kafe serta pedagang kaki lima diakhiri pukul 20.00 WIB.
“Juga dilakukan penutupan jalan protokol dalam kota,” kata Jazuli menegaskan.
Sementara berdasar surat edaran Bupati Jombang nomor 400/902/415.10.1/2021 tentang percepatan pencegahan COVID-19 yang ditujukan kepada camat se Jombang tertanggal 10 Februari juga terdapat sejumlah kebijakan.
Di antaranya memerintahkan bagi desa yang belum membentuk Kampung Tangguh Semeru (KTS) untuk segera membentuknya.
Pembiayaan posko Kelurahan atau Desa dan operasional percepatan penanganan COVID-19 dapat dibebankan pada dana desa atau dana kelurahan, CSR dan partisipasi masyarakat.
Keputusan kebijakan itu memperhatikan pengarahan Gubernur Jawa Timur pada tanggal 8 Februari 2021 kemarin. Surat edaran ditandatangani Bupati Jombang Mundjidah Wahab.
Jazuli menambahkan, sederet kebijakan pemerintah daerah itu diharapkan dipatuhi oleh masyarakat agar dapat menekan penyebaran virus asal Wuhan Cina.
“Semoga semua masyarakat Jombang selamat dari COVID-19, cukup saya dan kawan-kawan yang sudah kena COVID-19, jangan meluas. Kasihan, betul-betul sakit kena COVID-19 itu,” pungkas Jazuli.
Sementara itu, berdasarkan pantauan Jurnal Jatim, terlihat lampu penerangan jalan di wilayah kota pada pukul 20.00 WIB telah padam.
Di antaranya kawasan Stadion Merdeka, sepanjang jalan Abdurrahman Wahid, Jalan Hayam Wuruk, serta Jalan Wahid Hasyim Hasyim dan Jalan Dr Soetomo.
“Ya, jam 20.00 WIB tadi lampu di jalan mati semua. Seperti sekarang ini kondisinya gelap gulita mas,” kata Imam Syafii (34) salah satu warga di Jombang kota.
Editor: Azriel