Jombang kembali Zona Merah, Aktivitas Malam Diperketat dan Dibatasi

Jombang, – Kabupaten Jombang, kembali masuk zona merah atau daerah yang rawan penularan dan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro.

AKBP Agung Setyo Nugroho menegaskan bahwa mulai malam ini, Rabu (10/2/2021), semua kegiatan masyarakat yang mengundang kerumunan dibatasi sampai pukul 20.00.

Pengetatan aktivitas masyarakat pada jam malam sebagai upaya antisipasi melonjaknya COVID-19 di Kabupaten Jombang. Agung menyebut, pihaknya telah mengantisinya dengan beberapa langkah.

“Pertama tentu kita mengimbau kepada masyarakat Jombang bahwa saat ini Jombang masuk zona merah, sehingga harus mematuhi protokol kesehatan dan menghindari kerumunan,” kata Agung usai menghadiri COVID-19 di kantor Pemkab setempat, Rabu (10/1/2021).

Langkah berikutnya, yaitu memperketat jam malam dengan membatasi semua jenis kegiatan masyarakat yang mengundang kerumunan orang sampai pukul 20.00.

Ia menyebut, pihaknya sudah menunjuk masing masing penanggungjawab di setiap wilayah. Misal, wilayah Jombang kota pengawasan akan dilakukan , Polsek Jombang Kota dan Satuan Pamong Praja.

Kemudian, untuk penanggungjawab pada tingkat kecamatan, akan dipegang oleh tiga pilar yang terdiri dari , Danramil dan .

”Kita imbau semua untuk menerapkan kebijakan ini. Semua kegiatan yang menyebabkan kerumunan kita tutup,” tegas pria lulusan Akpol tahun 2002 itu.

Mantan Kasubbagrenmim Bagrenmin SSDM Polri itu menambahkan, langkah tegas itu dilakukan sebagai langkah menekan angka COVID-19 di Jombang yang kian melonjak hingga kembali masuk zona merah.

Selain menerapkan pembatasan jam malam, sesuai SE Mendagri nomor 3 tahun 2021 pihaknya juga bakal terus mengaktifkan kampung tangguh khususnya bagi daerah yang terdapat sebaran COVID-19 aktif.

”Nanti akan ada pemetaan zona di tingkat RT dan sekarang kita konsepkan dengan pemerintah daerah,” tandasnya.

Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang mencatat positif COVID-19 sebanyak 3.731 kasus pada Selasa (09/02/2021) pukul 14.00 WIB. Rinciannya, sembuh 3.269 orang; dirawat 111 orang; dan sebanyak 351 orang meninggal dunia.

 

Editor: Azriel