Jombang, Jurnal Jatim – Sejumlah harga pangan di pasar tradisional di Jombang, Jawa Timur terpantau bergerak naik secara variasi pada pekan ini, Minggu (28/2/2021). Kenaikan tertinggi terjadi pada cabai rawit tembus di harga Rp100 ribu per kilogram.
Harga cabai rawit yang semakin pedas itu juga diikuti naiknya harga bawang merah mencapai Rp40 ribu per kilogram. Kenaikan dipicu karena cuaca ekstrim beberapa pekan terakhir yang berimbas menipisnya pasokan.
“Sudah satu minggu ini, harga cabai kecil merah terus naik. Kalau yang lain juga naik tapi masih relatif stabil,” tutur Siti (45) pedagang kebutuhan pokok di Pasar Citra Niaga, Kabupaten Jombang.
Hari, pemilik kios pangan di pasar Pon, masuk Desa Kaliwungu, Jombang, mengatakan harga cabai hijau dan cabai rawit saat ini di dikisaran Rp99 ribu hingga Rp100 ribu per kilogram. Padahal, pekan lalu harga cabai masih dikisaran Rp70 ribu.
“Harga bawang merah juga naik mas, pada Minggu kemaren masih Rp20 ribu per kilogram, tapi sekarang kisaran Rp35ribu sampai Rp40ribu per kilogram,” tuturnya, Minggu (28/2/2021).
Naiknya harga kebutuhan dapur disebabkan karena pengaruh cuaca musim hujan yang membuat petani kesulitan memamen. Imbasnya, pasokan ke pedagang menipis.
Hari menyebut, semenjak harga cabai merangkak naik, daya beli masyarakat menurun. Pelanggannya yang biasanya membeli cabai 1 kilogram, sekarang menurun menjadi setengah kilogram. Begitupun yang biasanya membeli setengah kilogram, mereka hanya membeli 1 ons saja.
“Biasanya sehari bisa menjual habis sampai 80 kilogram, namun sejak harga cabai naik, cuma habis 50 kilogram,” imbuhnya.
Mengantisipasi kerugian akibat harga yang tak menentu, sejumlah pedagang di pasar tradisional terpaksa mengurangi stok dagangannya. Mereka pun berharap pemerintah segera turun tangan untuk menstabilkan harga-harga tersebut.
“Harga cabai mahal sekali melebihi harga daging ayam. Dalam masa pandemi ini susah cari uang, harapannya segera turun kembali seperti sedia kala,” ucap Fungki seorang pembeli di pasar Pon.
Hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten setempat masih belum melakukan tindakan atas kenaikan harga kebutuhan pangan tersebut.
Editor: Azriel