oleh

Polda Jatim Salurkan Bantuan Korban Gempa dan Banjir Hingga Rp8 Miliar

Surabaya, Jurnal Jatim – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur telah menyalurkan bantuan sosial kepada korban gempa bumi di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) dan bencana banjir di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Bantuan itu berupa obat-obatan, kebutuhan bahan pokok, sembako dan uang dengan total bantuan Rp1,8 miliar. Tujuannya untuk meringankan beban mereka yang terkena bencana alam.

“Kapolda Jatim beserta staf dan Bhayangkari telah memberikan bantuan untuk saudara kita yang tertimpa musibah bencana gempa bumi dan banjir yang terjadi di Sulawesi barat dan Kalimantan selatan,” ucap Kabidhumas Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Sabtu malam (23/01/2021).

Gatot menuturkan bantuan sosial untuk korban bencana banjir di Kalsel telah disalurkan oleh Polda Kalimantan Selatan ke Polres-polres di jajarannya.

Sementara bantuan untuk korban bencana gempa bumi di Sulbar diterima oleh Bupati Mamuju yang selanjutnya akan disalurkan kepada warga yang terkena bencana di wilayah itu.

“Nantinya bantuan ini akan disalurkan ke korban baik yang ada di Kabupaten maupun yang ada di Kota di wilayah Sulbar,” ujarnya.

Gatot menyampaikan, bantuan yang disalurkan oleh kepolisian itu berupa obat-obatan, kebutuhan bahan pokok, sembako, dan uang dengan total bantuan Rp1,8 miliar.

“Semoga bantuan ini bisa sedikit meringankan beban saudara-saudara kita yang terkena musibah saat ini,” Gatot menutup.

Diketahui, bencana banjir di Provinsi Kalsel melanda 11 kabupaten/kota. Data BPBD setempat mencatat ada 74.640 keluarga atau 244.516 jiwa terdampak banjir di Provinsi tersebut.

Meliputi Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Barito Kuala, Banjar, Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Balangan, Tabalong dan Tanah Laut.

Banjir merendami 36.302 rumah warga dan menyebabkan 14 buah jembatan rusak serta terputusnya ruas jalan trans Kalimantan poros tengah di Kabupaten Banjar dan poros selatan di Kabupaten Tanah Laut.

Pada Senin (18/1/2021) lalu, dilaporkan sebanyak 16 orang meninggal dunia akibat terkena banjir dan longsor serta 34.846 jiwa terpaksa mengungsi.

Sementara itu dikutip dari antara, untuk korban meninggal dunia akibat gempa di Sulbar sebanyak 91 jiwa, hilang tiga orang, luka berat 253 orang, luka ringan 679 orang, dan luka sedang 240 orang.

Rincian itu berdasar data terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana pada Kamis 21 Januari 2021 pukul 08.00 WIB. Selain itu, diinformasikan bahwa warga yang mengungsi terdapat sejumlah 9.910 jiwa.

 

Editor: Azriel