oleh

Puluhan Rumah dan Jalan Alternatif Jombang-Mojokerto Terendam Banjir

Jombang, Jurnal Jatim – Puluhan rumah warga di Dusun Beluk, Desa Jombok, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Jawa Timur terendam banjir dari luapan sungai setelah sebelumnya diguyur hujan lebat, Minggu (3/1/2020).

Banjir di wilayah perbatasan Jombang dengan Mojokerto itu terjadi sejak Sabtu (2/1/2020) siang. Selain masuk ke rumah warga, banjir juga merendam Jalan alternatif Jombang-Mojokerto.

Puluhan kendaraan sepeda motor yang melintasi jalan penghubung dua kabupaten tersebut, terlihat banyak yang mogok di tengah banjir.

Para pengendara terpaksa berhenti lalu berusahan mendorong sepeda motornya dengan dibantu sejumlah anak-anak agar tetap bisa melewati jalan tersebut.

Pantauan Jurnaljatim.com, Minggu (3/1/2020) siang, ketinggian air di dalam rumah sekitar 30 sentimeter. Kendati begitu warga tetap bertahan di rumah dan mengamankan barang miliknya.

Yoyo Supendi (50) warga dusun Beluk, Desa Jombok mengatakan banjir hampir terjadi setiap tahun. Kali ini, sudah dua hari rumah warga terendam air.

“Di sini sudah langganan banjir, hampir setiap tahun terjadi. Untuk kali ini air naik ke perkampungan sejak hari Sabtu kemarin, jadi sudah dua hari,” katanya.

Menurut dia, penyebab banjir karena guyuran hujan lebat dan sungai yang berada di sebelah utara desanya tidak dapat menampung debit air sehingga meluber dan masuk ke rumah warga.

“Banjir ini dari luapan sungai Avur Watudakon dan masuk ke rumah saya, ketinggian sekitar 30 sentimeter,” katanya ditemui di lokasi banjir.

Ia menambahkan, bencana banjir di desanya terjadi sejak tahun 2007 silam atau 23 tahun yang lalu setelah ada renovasi gorong-gorong di daerah Sipon.

Sebelum itu, kata dia, desa yang dihuninya tidak pernah terkena banjir. Yoyo mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab utama banjir di desanya itu.

“Banjir di sini sering terjadi sejak tahun 2007 lalu setelah ada renovasi gorong-gorong di daerah Sipon. Sebelumnya tidak pernah banjir,” imbuhnya.

Ari Ridayanto, petugas BPBD Jawa Timur mengungkapkan, berdasarkan dari pendataan sementara, ada sekitar 50 kepala keluarga (KK) yang rumahnya terendam banjir.

Selain itu, banjir juga merendam jalan desa dengan ketinggian air bervariasi. Meski begitu, warga sekitar masih tetap bertahan dan tidak ada yang mengungsi.

“Untuk ketinggian air, didalam rumah 20 sampai 30 sentimeter. Sedangkan di Jalan mencapai 50 sampai 60 sentimeter,” kata Ari di lokasi banjir.

 

 

Editor: Azriel