oleh

Dukun Cilik Ponari Asal Jombang Sudah Jadi Ayah Lho, Ini Nama Anaknya

Jombang, Jurnal Jatim – Kabar Bahagia dari Muhammad Ponari Rahmatullah atau Ponari (21), dukun cilik asal Jombang, Jawa Timur. Kini ia menjadi seorang ayah setelah sang istri Aminatus Zuroh (22) melahirkan anak pertamanya berjenis kelamin perempuan.

Anak pertama itu lahir normal dengan berat 3,5 kilogram di bidan Desa Sukosari, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, Jawa Timur pada Sabtu (9/1/2021) pukul 21.10 WIB.

“Ya, alhamdulillah senang bahagia dengan kelahiran anak saya ini,” kata Ponari, Selasa (12/1/2021).

Ponari mengungkapkan, buah hatinya itu diberi nama Alifah Azwa Zakira yang artinya kebahagiaan anak pertama yang selalu diberkahi Allah SWT. Dari nama itu, Ponari berharap kelak anaknya selalu mendapat berkah dan berbakti pada orang tua.

“Semoga jadi anak salihah yang berbakti kepada kedua orang tuanya kelak. Semoga keberkahan datang untuk keluarga kami agar selalu sakinah mawaddah warrahmah,” ujar pemilik ‘batu ajaib‘ ini.

Setelah memiliki seorang anak yang baru beberapa hari lalu dilahirkan istrinya, tentu tugas dan tanggungjawabnya bertambah. Mulai dari momong hingga menjaga bayinya pada malam hari.

Ponari menyatakan telah siap menjadi seorang ayah dengan tanggungjawab dan amanah yang Tuhan berikan kepada keluarganya.

“Aktivitas saya setelah punya anak, kalau pagi hari biasanya gendongin anak, terus siang bekerja dan kalau malam jagain anak,” tuturnya.

Ponari menikah dengan Aminatus Zuroh (22), warga Desa Sukosari, Kecamatan Jogoroto pada 1 Agustus 2020 silam.

Ponari pernah terkenal dan dijuluki dukun cilik pada awal 2009 silam. Konon anak pertama pasangan Kamsin (40) dan Mukaromah (40) bisa sembuhkan berbagai macam penyakit hanya dengan cara mencelupkan sebuah batu ke dalam air putih yang dibawa pasien.

Batu ajaib sekepal tangan itu didapat Ponari ketika main air bersama teman-temannya, tiba-tiba sebuah petir dengan suara luar biasa kerasnya menyambar didekatnya.

Petir itu konon disertai jatuhnya batu yang nyaris mengenai kepala Ponari yang waktu itu masih kelas 3 SDN Balongsari. Batu yang saat itu memancarkan cahaya biru lalu diambil oleh Ponari.

Ponari menambahkan, kendati telah dikaruniai seorang anak yang semakin menambah kesibukannya, ia masih tetap membuka praktek pengobatan di rumahnya Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh.

Ia mengaku tetap akan melayani pasien jika tidak sedang sibuk beraktivitas. Namun, jika ia sedang sibuk maka akan membuat janji.

“Praktek pengobatan tetap jalan, kalau ada waktu. Tapi kalau ga ada waktu ya harus janjian dulu,” pungkas Ponari.

 

 

 

Editor: Azriel