oleh

32 Puskesmas dan 11 RS di Jombang Dijadwalkan Vaksinasi Serentak

Jombang, Jurnal Jatim – Vaksinasi untuk mencegah penyebaran virus corona atau COVID-19 di Kabupaten Jombang, Jawa Timur pada tahap pertama dijadwalkan digelar secara serentak pada 32 Puskesmas di Jombang pada Rabu besok (27/1/2021).

Secara terpusat, vaksinasi dilakukan di Puskesmas Tambakrejo, Kecamatan Jombang. Pada tahap pertama, diperuntukkan tenaga kesehatan dan tokoh masyarakat.

Hal itu disampaikan Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jombang, Gatut Wijaya usai menerima 4000 vaksin sinovac dari Dinkes Provinsi Jawa Timur pada Senin malam (25/1/2021).

“Hari Rabu (besok) pusatnya vaksinasi di Puskesmas Tambakrejo. Untuk 10 tokoh masyarakat, dan secara serentak 34 puskesmas juga melakukan vaksinasi, demikian juga di 11 rumah sakit, Pos kesehatan Kodim dan klinik Polres,” kata Gatut di kantor Dinkes Jombang.

Gatut mengungkapkan, terkait dengan petugas vaksin atau disebut vaksinator sudah dipersiapkan sejak Desember 2020 lalu. Vaksinator itu terdiri dari dokter, bidan dan perawat di tiap lokasi vaksinasi.

“Tahap pertama ini untuk vaksinasi hari Rabu (besok) khusus tenaga kesehatan (Nakes) dulu, dalam waktu dekat lainnya,” katanya.

Gatot belum bisa memastikan jumlah Nakes yang akan menerima vaksin. Sebab, pihaknya masih harus memvalidkan data tenaga kesehatan yang akan divaksin.

Ia juga memastikan jika vaksin sinovac tersebut aman. Menurut dia, sejumlah kejadian bukan efek samping dari vaksin, tapi itu kejadian ikutan pasca imunisasi atau disebut KIPI.

Gatut menyebut, berdasarkan pengalaman dan penelitian, KIPI itu tidak sampai 1 persen dan itupun karena jarum suntik di kulit dan bukan karena vaksin.

“Itu tidak terkait dengan vaksinnya, tapi karena jarum suntikan di kulit, dan itu tidak terlalu banyak,” katanya meyakinkan.

Terkait dengan 4000 vaksin sinovac yang diterima, Gatut memastikan vaksin itu telah ditempatkan yang aman dengan suhu 3-4 derajat sesuai dengan standar.

Di kesempatan yang sama, Kepala Seksi Pencegahan Pengamatan Penyakit dan Penanggulangan Masalah Kesehatan (P3PMK) Dinkes Jatim, Gito Hartono juga memastikan vasino itu aman.

Alasannya, karena diproduksi secara ilmiah dan sudah terbukti secara ilmiah ada khasiat untuk memberikan kekebalan sehingga bisa menolak kasus COVID-19.

“Secara ilmiah pula (vaksin) ini bisa dibuktikan kebenarannya. Vaksin itu dibuat menjadi mahal karena vaksin itu aman,” ujarnya.

 

Editor: Hafid