oleh

Positif COVID-19, Camat di Jombang Dirawat di RSUD, Sopirnya Meninggal

Jombang, Jurnal Jatim – Kantor pelayanan di Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, Jawa Timur ditutup sementara setelah Camat Sumobito, Mustaghfirin dan sopirnya inisial HN positif COVID-19.

Sopirnya meninggal dunia pekan lalu, sedangkan Mustaghfirin hingga saat ini masih menjalani perawatan dan isolasi di RSUD Kabupaten Jombang

“Iya mas, (positif COVID-19). Ini dirawat di RSUD,” kata Mustaghfirin dikonfirmasi Jurnaljatim.com melalui pesan WhatsApp, Senin (14/12/2020).

Mustaghfirin mengungkapkan, gejala awal yang ia rasakan ketika kena COVID-19 adalah sesak pada bagian pernafasan. Selain itu, tubunnya juga panas.

Kemudian, pada Minggu (6/12/2020) lalu, ia periksa dan melakukan tes swab dengan hasil positif COVID-19. Bersamaan itu, HN yang setiap hari menyopirinya juga positif lalu meninggal.

“Ya (awalnya) demam tinggi dan sesak napas. Saya aja masuk RSUD (suhu badan) 37,8 derajat celicus dan sesak. Alhamdulillah semuanya normal tinggal oxigen yang masih kurang sehingga agak sesak, kemarin 88, minimal 96,” ujarnya.

Dia mengatakan, di kantor kecamatan yang ia pimpinan hanya dirinya dan sopir yang terinfeksi virus asal Wuhan, Cina, tersebut. Dengan begitu, hanya ia yang dirawat di Rumah sakit pelat merah tersebut.

Untuk keluarga maupun pegawai kecamatan lainnya, kata dia, saat ini menjalani isolasi mandiri di rumah dan melakukan pekerjaan dari rumah.

“Karena yang positif saya dengan almarhum pak HN yang setiap hari sopiri saya. Untuk yang lain sementara WFH (Work From Home), kalau yang swab Monggo, tapi temen-teman isolasi mandiri di rumah atau WFH,” jelasnya.

Lalu bagaimana dengan kondisinya saat ini? Mustaghfirin mengaku perlahan mulai pulih dan membaik. Sesak nafasnya juga sudah berkurang.

“Alhamdulillah mulai pulih, (tapi) masih sesak,” tandasnya.

Kondisi Camat Membaik

Sementara itu, Direktur RSUD Jombang, Pudji Umbaran mengatakan, Mustaghfirin masuk rumah sakit pekan lalu dengan hasil Swab PCR positif.

Dalam pemeriksaan terdapat gangguan Respiratorik yang mengharuskan ia diberikan perawatan termasuk bantuan oksigen dan pengobatan sesuai standart COVID-19.

“Kondisi Camat Sumobito sudah lebih baik jika dibandingkan saat datang ke RSUD Jombang,” kata Pudji kepada wartawan.

Setelah dua pegawai kecamatan positif COVID-19, kantor pelayanan kecamatan ditutup selama 14 haru mulai 11 hingga 24 Desember 2020. Penutupan itu dilakukan untuk antisiapsi adanya penularan COVID-19.

“Tetap jalan, ada yg piket, mereka kerja WFH. (Di Surat Edaran) nomor 3 dijelaskan, ada piket,” kata Sekda Kabupaten Jombang Akhmad Jazuli.

 

 

Editor: Azriel