oleh

Wisata Alam Bendungan Selorejo, Pilihan Berlibur di Masa Pandemi

Malang, Jurnal Jatim – Setelah sempat ditutup cukup lama akibat pandemi COVID-19, wisata Bendungan Selorejo di Ngantang, Kabupaten Malang, Jawa Timur akhirnya dibuka kembali.

Wisata alam tersebut bisa menjadi alternatif berlibur dan dikunjungi, tentu saja dengan panorama waduk dan latar pegunungan yang indah.

Selain dijadikan wisata alam, tempat yang berada di ketinggian 600 mdpl ini juga dijadikan sumber pembangkit listrik tenaga air untuk Kecamatan Ngantang. Khususnya para warga Desa Pandansari.

“Yang belum pulih itu tamu hotel ya, untuk wisata-nya mulai ramai meski pandemi,”ungkap Manajer Pariwisata Selorejo, Bayu Pramudya.

“Setelah buka operasional kita punya paket camping dan sekolah berkuda, dan naik perahu, kita maksimalkan kegiatan outdoor,” lanjutnya.

Untuk paket Camping, kata Bayu, menyediakan mulai pengunjung datang dengan perlengkapan sendiri Rp35 ribu perorang sampai Rp350 ribu untuk dua orang.

“Itu lengkap dengan jalan-jalan dan makan pagi dan makan malam ya,” terangnya, Senin (23/11/2020).

Sedangkan paket sekolah berkuda pihaknya membandrol harga Rp200 ribu. Dimulai pukul 9.00 WIB dan 15.00 WIB. Jika tiga hari harga yang di dapatkan cukup murah yakni Rp500 ribu.

“Jadi materi berkuda teori dan praktek. Materinya apa yang tidak boleh dilakukan pada kuda, cara memberi makan kuda, merawat kuda, mengenali kuda. Terus ada praktek berkuda mulai naiknya, dituntun sampai bisa,” katanya.

Ia menjelaskan, tiket masuk Taman Wisata Selorejo pada hari biasa senilai Rp13 ribu per orang dan akhir pekan atau hari libur nasional senilai Rp20 ribu per orang. Tiket kendaraan bermotor roda dua senilai Rp2.000, roda empat Rp5.000 dan bus Rp15 ribu.

Bayu menambahkan, Selorejo juga menyediakan hotel dan fasilitas meeting atau rapat. Harga hotel mulai Rp260 ribu per kamar untuk dua orang. Tersedia pula cottage mulai Rp540 ribu per unit.

Wisata alam Bendungan Selorejo cukup menjanjikan bagi wisatawan yang ingin melepaskan penat terlebih untuk melepaskan stres selama masa pandemi lalu.

 

 

Editor: Hafid