SIDOARJO (Jurnaljatim.com) – Jembatan Pucuan yang baru saja dibangun dan diresmikan oleh Bupati Sidoarjo Saiful Ilah amblas dan kurang layak pakai. Bupati meminta jembatan itu untuk kembali diperbaiki karena jembatan itu dibutuhkan oleh warga.
“Saya tegaskan, harus segera diperbaiki. Karena jembatan itu, untuk akses sehari-hari warga Pucuan,” ucap Saiful Ilah.
Sementara itu, Camat Sidoarjo Kota Agustin Iriana, menyampaikan, pembangunan jembatan itu sudah ada masa pemeliharaannya. Apabila terjadi kerusakan, pastinya diperbaiki oleh pelaksananya.
“Karena masih dalam pemeliharaan pelaksana, jadi kami tidak kuatir dan segera diperbaiki,” ujarnya kepada Jurnaljatim.com Senin (2/12/2019).
Terpisah, Ketua Pokmas Bangkit Sejahtera, Lasmono, mengatakan, sebagai pelaksana pembangunan, pihaknya siap memperbaiki jembatan tersebut dan sudah dalam proses perbaikan.
Menurutnya, amblasnya jembatan itu disebabkan karena kelebihan kapasitas di saat melewatinya. Solusinya, selain diperbaiki juga memasang bantaran atau sepatu di dasar sungai. Hal itu, untuk penyangga jembatan.
“Kalau sudah terpasang sepatu, jembatan itu tidak akan amblas sampai kapanpun,” jelasnya melalui Whatsapp.
Seperti diketahui, Jembatan yang selama empat tahun sempat rusak akibat terjangan air sungai saat air laut pasang, telah diperbaiki dan diresmikan Bupati pada Jumat (29/11/2019) kemarin. Jembatan baru tersebut, di dusun Pucuan dan Kalikajang, Kelurahan Gebang, Kabupaten Sidoarjo, Jawatimur.
Jembatan Pucuan dengan ukuran 28x2m menggunakan Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp 105 juta. Sedangkan, untuk jembatan Kalikajang yang berukuran 15x2m, memakan dana sebesar Rp 70 juta dengan total anggaran keseluruhan Rp 175 juta.
Pada bangunan jembatan tersebut menggunakan kayu jenis ulin, yang mana kayu tersebut apabila terkena air akan semakin kuat. Tapi, setelah jembatan pucuan diresmikan bupati dan dilewati beberapa orang, jembatan tersebut tampak menjorok ke bawah dan amblas.