Perangi Peredaran Narkoba di Jombang Lewat Musik

(.com) – Memerangi peredaran Narkoba lewat musik masih menjadi andalan Kasat Reserse Narkoba Jombang, AKP Mochamad Mukid SH. Sebab, ciptaannya berjudul “Bertaubat” tersebut berisi pesan tentang bahaya atau dampak Narkoba.

Disetiap sosialisasi dan penyuluhan, AKP Mukid selalu memberikan kepingan DVD yang berisi lagu-lagu ciptaannya. Seperti halnya di kampus Universitas Darul Ulum, Jombang, .

“Didalam DVD ini, berisi lagu ciptaan saya, diantaranya lagu berjudul bertaubat yang berisi pesan tentang bahaya Narkoba,” kata saat melakukan penyuluhan tentang Narkoba di kantor FAI (Fakultas Agama Islam) , Jombang, Selasa (13/8/2019) pagi.

Pada kesempatan itu, Mukid juga memberikan penjelasan tentang bahaya dan ciri-ciri orang yang terjerumus Narkoba. Menurut dia, untuk mendeteksi awal, para pelajar atau yang biasanya rajin, akan berubah menjadi pemalas.

“Awal masuk pintar, pandai dan aktif, lama kelamaan mengendur serta malas. Selain itu, sering merenung atau menyendiri serta jarang bergaul, dengan tujuan berhalusinasi. Maka itu perlu diwaspadai,” Papar AKP Mukid dihadapan sejumlah dosen Undar.

FOTO: AKP Moch Mukid menjelaskan peredaran narkoba pil melalui rokok. (Zainul Arifin/Jurnaljatim.com)

Tidak hanya itu, pemakai Narkoba juga sulit tidur. Sebab, didalam Narkoba terkandung zat adiktif yang mempengaruhi otak dan sulit untuk tidur. Ciri-ciri itu, kata Mukid, dari pengakuan sejumlah tersangka Narkoba yang diinterogasinya. Untuk itu, ia berharap, para civitas akademik, terutama dosen untuk mengawasi dan memberikan pemahaman Narkoba kepada para mahasiswanya.

“Kami siap untuk memberikan sosialisasi dan pemahaman narkoba kepada mahasiswa disini, terutama pada mahasiswa baru (Maba). Sebab, mahasiswa sangat rentan menjadi sasaran peredaran gelap narkoba,” ujar Kasat Resnarkoba.

Yang perlu diwaspadai modus penyebaran narkoba, terutama pil koplo jenis dobel L, saat ini lewat rokok. Yakni, satu batang rokok, dalamnya berisi pil koplo dengan jumlah 10 butir. 1 butir pil harganya Rp 5 ribu, jika 10 butir harganya Rp 50 ribu.

“Pesan saya, agar mewaspadai anak-anaknya yang merokok. Sebab, rokok tidak berisi tembakau, tapi isinya sudah diganti pil koplo,” kata perwira pertama asal Kediri ini.

Dirinya juga berpesan, agar tidak menerima kiriman paketan yang tidak dikenal atau tidak pernah di pesan. Tidak menutup kemungkinan, paketan itu berisi barang haram narkoba. Jika mencurigai, untuk segera melapor ke pihak yang berwajib.

“Jangan mudah dititipi barang meskipun dengan upah besar. Kalau tidak tahu ya jangan mau. Karena ada sistem titip barang narkoba. Jika tahu itu narkoba dan mau dititipi lalu tertangkap, maka bisa anda adalah kurir dan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara,” tegas Mukid.

Usai memberikan pemaparan mulai jam 09.30 WIB hingga jam 11.30 WIB atau sekitar 1,5 jam, AKP Mukid menyerahkan kaset DVD kepada perwakilan kampus. Harapannya, kaset itu diputar dan didengarkan agar terhindar dari jeratan Narkoba.


Editor: Hafid