Sidoarjo, Jurnaljatim.com – Festival bandeng kawak Sidoarjo, yang digelar oleh Dinas Perikanan Sidoarjo, merupakan acara tahunan. Hasil dari kegiatan itu, digunakan untuk kegiatan sosial.
Wakil Bupati Sidoarjo, mengatakan, festival bandeng kawak itu tidak hanya untuk ajang adu kontes bandeng. Tapi, juga untuk kegiatan yang sifatnya sosial.
“Setelah itu, dilanjut dengan lelang bandeng. Hasil dari lelang, kita gunakan untuk kegiatan sosial,” ungkapnya.
Festival tersebut juga menjadi serangkaian acara HUT ke 160 Sidoarjo tahun 2019. Kata Bupati, Ikan Bandeng terebut harus asli dari Kabupaten Sidoarjo.
“Kegiatan ini merupakan tradisi para petani tambak Sidoarjo, dan bandeng kawak ini harus asli dari Sidoarjo,” ucap Wabup Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin usai penimbangan bandeng kawak, Kamis (28/2/2019).
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Sidoarjo M. Sholeh menyampaikan, sistem penilaian bandeng kawak itu berdasarkan berat (bobot) dan kesehatan fisik ikan bandeng.
“Yang menjadi juara, hanya dilihat dari bobot bandeng dan tidak cacat fisik,” paparnya.
Dikatakannya, untuk tahun 2019 ini, jumlah peserta ada 6 peserta petani tambak yang ada di Sidoarjo. Yang lebih penting, bandeng kawak ini murni dari budidaya petani tambak Sidoarjo.
“Rata-rata yang menjadi juara, berasal dari petani tambak Kecamatan Jabon Sidoarjo,” pungkasnya. (*)
Reporter: Deni Yan
Editor: Hafid