oleh

Tak Pecus Kerja, Bupati Ngawi Roling 75 Pejabat

Ngawi, Jurnaljatim.com
Bupati Ngawi, Ir. Budi Sulistiyono melakukan roling pejabat di lingkungan pemerintahannya. Kali ini, Kanang sapaan Bupati Ngawi melantik  75 orang pejabat berbagai eselon. Rinciannya, untuk eselon II ada 7 pejabat yang digeser, Eselon III ada 18 pejabat dan Eselon IV tercatat ada 40 pejabat yang menempati kursi baru.
Pelantikan itu dilaksanakan di Pendopo Graha Widya Ngawi Senin (5/3/2018) dengan dihadiri Pimpinan DPRD Ngawi serta seluruh OPD Pemkab setempat.
Pengangkatan dan pemindahan Pegawai Negeri Sipil dari Jabatan Administrator (Eselon III) dan Pengawas (Eselon IV) tersebut telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Yaitu dilakukan oleh Pejabat Pembina kepegawaian setelah mendapat pertimbangan Tim Penilai Kabupaten Ngawi.
Roling jabatan itu terpaksa dilakukan untuk meminimalisir terjadinya penyimpangan maupun kurang terserapnya anggaran (silpa) dalam suatu program di satuan kerja (satker) dilingkup Pemkab Ngawi.
Bupati secara terbuka mengungkapkan, mau tidak mau mutasi jabatan itu harus diterima dengan legowo (lapang dada) sebagai satu konsekuensi sebagai pejabat pemerintah.
“Mutasi ini tujuanya mereka agar lebih serius menangani semua anggaran yang menjadi tupoksinya maupun beban anggaran yang dikelola. Intinya jangan sampai terjadi penyimpangan dan silpa meskipun nilainya dari tahun ke tahun menurun,” terang Bupati dua periode ini.
Berdasarkan dari penilaiannya pada tahun sebelumnya, realisasi belanja anggaran selalu tidak tepat waktu. Padahal inovasi program pembangunan pro rakyat terus digenjot untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara terukur dan terencana. Dengan alasan itulah, orang nomor satu di Ngawi ini melakukan mutasi terhadap puluhan pejabat yang dinilai kurang maksimal menjalankan program tertentu.
Dari puluhan pejabat yang dirotasi ada tiga dinas yang bakal diumbar kosong kursi pimpinanya pasca mutasi ini. Ketiga dinas tersebut antara lain Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Kesehatan (Dinkes). Untuk Dinkes sendiri sebagai salah satu dinas yang paling lama ditinggal empunya hanya diisi pejabat Plt pasca meninggalnya Dr Puji Rusdiarto Adi sekitar dua tahun lalu.
“Dinkes ini saya ingin mencari orang yang benar-benar tepat dan untuk mencarinya itu butuh waktu. Dan baru sekarang ini dalam waktu dekat akan diadakan assessment untuk menjaring siapa yang layak menduduki kursi Dinkes itu,” ujar Kanang.
Secara terpisah, Yulianto Kusprasetyo, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Ngawi, membenarkan ada 75 orang pejabat yang dipindah kursi jabatannya. Namun, ia membantah kalau proses mutasi itu terkesan asal-asalan tanpa pertimbangan etos kerja.
“Proses mutasi sudah direncanakan sejak awal tidak ada kesan dadakan. Semuanya sudah dilakukan melalui pertimbangan secara detail dan tidak ada titipan kursi,” ujar Yulianto pada wartawan. (Uci/jur)

Komentar