Kejari Kabupaten Kediri Santuni Anak Yatim Jelang Idulfitri 1447 H

Kediri, Jurnal Jatim – Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri santunan bagi anak yatim menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Acara sosial tersebut dilaksanakan di Aula Panti Asuhan Muslimat NU Budi Mulia, di Jalan Puskemas, Ngasem,, Selasa (17/3/2026).

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri, Ismaya Hera Wardanie, menegaskan acara ini bukan sekedar seremonial, melainkan bentuk silaturahmi dan kepedulian terhadap anak-anak yang tinggal di panti asuhan.

“Tidak dalam rangka apa-apa, intinya kami kangen saja dengan adik-adik di sini. Ini juga meneruskan tradisi pimpinan Kejaksaan sebelumnya yang selalu menyempatkan datang ke sini pada momen yang dianggap tepat,” ujarnya.

Ia berpesan kepada anak-anak agar tetap semangat, terutama dalam belajar, agar kelak dapat meraih kehidupan yang lebih baik.

“Saya ingin mereka tetap semangat untuk belajar, dengan harapan nanti ke depan bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Walaupun tidak dalam pengasuhan langsung orang tua, mereka tetap bisa menjadi anak-anak yang baik di pesantren maupun di kehidupan nyata,” katanya.

Dia mengatakan bahwa Kejari Kabupaten Kediri memberikan sekitar 20 hingga 30 paket bantuan yang berisi beras, gula, telur, serta uang saku untuk anak-anak.

Ismaya mengingatkan tentang bahaya penggunaan media sosial bagi anak-anak yang masih rentan. Menurutnya, media sosial kerap menjadi pintu masuk bagi orang yang berniat tidak baik untuk memancing anak keluar dari lingkungan aman mereka.

“Biasanya anak-anak, khususnya perempuan, ketika sudah merasa dekat dengan seseorang di media sosial, mudah dipancing keluar dari lingkungan amannya. Padahal usia mereka masih sangat rentan,” jelasnya.

Sementara itu, pengurus Yayasan Anak Yatim Piatu Budi Mulia, Siti Nafiah, didampingi Istiqomah, mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri.

“Alhamdulillah kami sangat bersyukur dengan adanya bantuan ini karena sangat membantu meringankan beban pengasuhan anak-anak di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Budi Mulia,” ujarnya.

Saat ini, LKSA Budi Mulia mengasuh sekitar 30 anak yatim piatu yang berasal dari berbagai daerah, bahkan ada yang berasal dari Papua.

Di panti tersebut, anak-anak dibina dengan pendidikan formal hingga jenjang SMA serta dibekali pendidikan agama seperti tadarus Al-Qur’an, mengaji kitab, dan salat berjamaah. Selain itu, mereka juga mendapatkan pelajaran tambahan seperti matematika dan bahasa Inggris.

“Kami berharap anak-anak di sini bisa maju seperti anak-anak lain yang diasuh di rumah oleh orang tua mereka,” tambah Siti Nafiah.

Dapatkan update berita menarik hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news instagram serta twitter Jurnaljatim.com