Tiga Dapur SPPG Polri di Jombang Resmi Beroperasi

Jombang, Jurnal Jatim – Tiga dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri di Jombang resmi beroperasi usai diresmikan Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan bersama Bupati Jombang Warsubi dan Forkopimda.

Di Kota Santri ini, Polres Jombang menghadirkan enam titik Dapur SPPG guna mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang aman, sehat, dan berkualitas.

Namun hari ini masih tiga SPPG yang diresmikan. Yakni SPPG di Jombatan, Mojoagung dan Ngoro di bawah naungan Yayasan Kemala Bhayangkari (YKB) Cabang Jombang.

Peresmian di Jombatan ini ditandai potong pita, peninjauan lokasi penyotiran bahan, pemasakan, ruang persiapan MBG sebelum didistribusikan dan pelepasan 2 unit mobil MBG pengantar makanan.

AKBP Ardi Kurniawan menyatakan program MBG yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah strategis dalam membangun sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas.

“Polres Jombang berkomitmen mendukung program MBG dan berharap dapat berkontribusi mencetak SDM unggul demi menuju Indonesia emas,” katanya.

Ardi mengatakan Hadirnya SPPG itu diharapkan berkontribusi meningkatkan perekonomian, dengan terlibatnya masyarakat sekitar dalam pelaksanaan program tersebut.

“Dengan adanya SPPG ini kami yakin bisa membentuk sistem perekonomian di Jombang. Termasuk juga program lain dari seperti Koperasi Desan Merah Putih, Bumdes dan Gapoktan,” ujarnya.

Sementara, Warsubi berharap kehadiran SPPG itu dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung upaya pemenuhan gizi anak-anak di Kabupaten Jombang.

SPPG iru diharapkan dapat mencukupi kebutuhan gizi para pelajar, sehingga mampu menunjang prestasi belajar anak-anak di Indonesia khususnya Kabupaten Jombang.

Warsubi berpesan agar SPPG Polri Polres Jombang selalu menjaga kualitas dan keamanan makanan yang disajikan demi mendukung program MBG. Dia menekankan aspek kualitas, kebersihan, dan kehati-hatian menjadi prinsip yang tidak boleh diabaikan.

Seluruh proses di dapur SPPG dilaksanakan sesuai standar yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, pengemasan, hingga pendistribusian.

“Hal ini perlu benar-benar dijaga secara konsisten dan berkelanjutan, agar tidak muncul resiko-resiko yang tidak kita inginkan, seperti keracunan makanan atau masalah kesehatan lainnya,” ujarnya.

Warsubi mendorong agar SPPG ini dapat bersinergi dengan Bumdes maupun Kopdes dalam pengadaan bahan pangan lokal, sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh warga sekitar.

Dapatkan update berita menarik hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news instagram serta twitter Jurnaljatim.com