Perempuan di Bojonegoro kembangkan jahe serbuk instan tanpa pengawet

Bojonegoro, Jurnal Jatim – Salah satu warga Bojonegoro, Jawa Timur memiliki inovasi baru dalam proses pengolahan jahe menjadi minuman instan tanpa pengawet. Dengan begitu, masyarakat tidak perlu repot mengupas jahe hingga menjadikannya minuman.

Adalah Rahajeng, warga Kecamatan Malo. Dia sudah mengolah jahe menjadi minuman sejak tahun 2015 silam. Dia kemudian mulai berkreasi lagi mengubah minuman jahe menjadi serbuk instan tinggal seduh pada tahun 2016.

“Dulu tahun 2015 itu cuma buat dalam bentuk cair,  tapi tidak tahan lebih dari satu hari sudah basi. Dan mulai 2016 dengan bentuk bubuk ini Alhamdulillah bisa tahan 8 bulan tanpa pengawet,” ujar ibu rumah tangga itu dalam situs resmi milik Pemkab Bojonegoro.

Dalam serbuk jahe yang diberinya nama Rahajeng sesuai namanya tersebut tidak hanya mengandung jahe saja sebagai komposisinya, namun juga ada sereh, kayu manis, cengkeh, kunyit, temu lawak sekaligus gula.

“Di dalam komposisi nya sudah ada gula, tapi jika sesuai selera kurang manis  bisa  ditambahkan gula sendiri dan langsung seduh,” ujarnya.

Proses pembuatannya dapat ia lakukan sendiri dari pengumpulan bahan hingga pembuatanya yang memakan proses selama 2 jam hingga proses pengkristalan.

“Bahkan jika pesanan banyak saya sehari bisa buat 10 hingga 15 kilogram,” ungkapnya.

Serbuk jahe bisa bertahan lama. Sehingga, penjualan serbuk jahe rahajeng pun diminati konsumen dari luar kota hingga luar jawa seperti  Kediri, Tulungagung, Tangerang, Ambon hingga Papua.

Dari usahanya tersebut, Rahajeng sudah dua kali dalam 2 tahun terakhir mendapatkan bibit jahe dari Dinas Pertanian Bojonegoro, yang siap tanam untuk dibudidayakan, bahkan dirinya membagi-bagikan ke tetangga jika ingin ikut menanam.

“Sudah dua kali saya dapat bantuan dari program disperta, setiap tahun saya dapat 1 kuintal, dan saya budidayakan, siapapun tetangga boleh ambil,” pungkasnya.

 

Editor: Azriel