Kediri, Jurnal Jatim – Masa Angkutan Lebaran 2026 resmi berakhir 1 April 2026. Selama masa itu, Stasiun Kediri, Jawa Timur mencatat kinerja positif dengan melayani 51.194 pelanggan Kereta Api.
Rinciannya, 25.269 pelanggan berangkat dan 25.925 pelanggan datang. Jumlah ini meningkat 5 persen dibandingkan pada 2025 yang mencapai 48.842 pelanggan.
Adapun PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun pada masa libur Lebaran 2026 mencatat melayani sebanyak 492.095 pelanggan.
Jumlah itu terdiri dari 237.300 pelanggan berangkat dan 254.795 pelanggan datang di wilayah Daop 7 Madiun. Angka ini meningkat 6 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 mencapai 464.024 pelanggan.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan meskipun Posko Angkutan Lebaran telah ditutup pada 30 Maret 2026, pelayanan kepada masyarakat tetap dilakukan secara optimal hingga akhir masa angkutan.
“Seluruh pelanggan, baik yang melakukan perjalanan mudik maupun balik, tetap kami layani secara maksimal seperti saat masa posko berlangsung,” ujar Tohari, Kamis (2/4/2026).
Dia menjelaskan bahwa puncak arus keberangkatan tertinggi pada 24 Maret 2026 atau H+2 Lebaran dengan jumlah 17.758 pelanggan. Sementara puncak kedatangan tercatat pada 18 Maret 2026 atau H-3 Lebaran sebanyak 15.131 pelanggan.
Tohari menambahkan, potensi peningkatan jumlah penumpang masih akan terjadi seiring libur panjang peringatan Wafat Yesus Kristus pada 3 April 2026.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, KAI Daop 7 Madiun tetap mengoperasikan kereta api tambahan, termasuk KA Brantas Tambahan hingga 5 April 2026.
“Kami mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik serta memanfaatkan layanan yang telah disediakan,” katanya.
Dapatkan update berita menarik hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news instagram serta twitter Jurnaljatim.com






