Kediri, Jurnal Jatim – Rangkaian roadshow menuju Musyawarah Daerah (Musda) VII DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Kediri berlanjut di Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Barokah.
Roadshow persiapan jelang pelaksanaan Musda pada Rabu (17/12/2025) ini dikemas dalam temu media, yang dihadiri pimpinan pondok pesantren serta jajaran pengurus DPD LDII Kota Kediri.
Pertemuan itu membahas penguatan sinergi antara LDII dan pondok pesantren dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya mencetak sumber daya manusia (SDM) yang profesional dan religius.
Pimpinan Ponpes Wali Barokah, H Sunarto, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk menyatukan visi antara lembaga pendidikan pesantren dan organisasi kemasyarakatan.
Menurutnya, meskipun keduanya memiliki dasar hukum dan struktur yang berbeda, tujuan yang diemban tetap sama.
“Secara aturan, LDII berjalan berdasarkan Undang-Undang Organisasi Kemasyarakatan, sedangkan pondok pesantren berlandaskan Undang-Undang Pesantren,” kata Sunarto.
Namun secara historis dan visi perjuangan, kita memiliki ikatan yang kuat untuk berkontribusi bagi pemerintah dan kemajuan daerah,” sambungnya.
Menurutnya Sunarto, Ponpes Wali Barokah Kota Kediri berkomitmen mencetak kader yang memiliki keunggulan keilmuan, akhlak, serta kesiapan berperan aktif di masyarakat.
Sementara itu, Ketua DPD LDII Kota Kediri, Agung Priyanto mengatakan bahwa Musda VII menjadi momentum evaluasi sekaligus perumusan arah organisasi ke depan.
Dirinya menyebut jika LDII berkomitmen menjadi agen perubahan melalui dakwah yang menyejukkan serta kontribusi nyata di tengah masyarakat.
Agung memaparkan, program kerja LDII ke depan akan difokuskan pada delapan bidang prioritas, yakni wawasan kebangsaan, dakwah yang moderat, pendidikan karakter berbasis 29 nilai luhur.
Kemudian pengembangan ekonomi syariah, ketahanan pangan dan lingkungan, kesehatan herbal, pemanfaatan teknologi informasi untuk dakwah dan pendidikan, serta pengembangan energi ramah lingkungan.
“Program tersebut diselaraskan dengan Nawa Cita Presiden RI dan Program MAPAN Pemerintah Kota Kediri, serta dilaksanakan melalui kolaborasi dengan pondok pesantren dan elemen masyarakat lainnya,” paparnya.
Musda VII LDII Kota Kediri yang mengusung tema Mewujudkan SDM Profesional Religius untuk Kota Kediri MAPAN dan Menuju Indonesia Emas 2045, diperkirakan akan diikuti sekitar 400 hingga 500 peserta dari unsur pengurus dan perwakilan warga LDII.
Agenda utama acara lima tahunan tersebut meliputi laporan pertanggungjawaban (LPJ) serta pemilihan pengurus baru untuk periode 2025–2030.
Selain itu, juga menyiapkan berbagai acara pendukung, seperti seminar peningkatan kapasitas ustaz dan ustazah.
“Juga melaksanakan lokakarya kesehatan lingkungan, bazar UMKM, bakti sosial pembagian paket sembako, penghijauan lingkungan, serta penggalangan donasi bagi korban bencana alam,” imbuh Ketua Panitia Lukman Efendi.
Dapatkan update berita menarik hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news instagram serta twitter Jurnaljatim.com






