Kediri, Jurnal Jatim – Gerakan Pangan Murah (GPM) digelar di Kediri menyediakan sejumlah komoditas dijual harga terjangkau untuk membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok jelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.
Mulai dari beras, minyak goreng, gula pasir, hingga produk UMKM dijual dengan harga sesuai regulasi pemerintah, meringankan kebutuhan masyarakat setempat.
GPM digelar oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kediri bersama Pemerintah Daerah (Pemda) setempat, disambut antusias oleh masyarakat.
Kasi Intelijen Kejari Kabupaten Kediri, Iwan Nuzuardi menjelaskan GPM merupakan tindak lanjut instruksi dari pusat terkait pengawasan stabilitas pangan, terutama menjelang masa liburan akhir tahun.
Menurutnya, kejaksaan tidak hanya berperan dalam penegakan hukum, tapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi masyarakat.
“Menjelang Nataru ini ada beberapa bahan pokok mengalami kenaikan harga, terutama cabai,” ujarnya
Dikatakan dia, hasil pengecekan langsung ke sejumlah pasar tradisional, termasuk Pasar Grogol, Gringging menunjukkan harga beras masih sesuai standar dan tidak ditemukan penjualan melampaui harga ketentuan.
Temuan tersebut kemudian menjadi dasar bagi pelaksanaan Gerakan Pangan Murah untuk memperkuat pengendalian inflasi pangan di wilayah Kabupaten Kediri.
1. Beras SPHP dari Perum Bulog sebanyak 1,5–2 ton.
2. Minyak Goreng “Minyak Kita” oleh PT Pasar Minerba Indonesia sebanyak 15–25 karton berisi 12 liter.
3. Gula Pasir dari PT SGN sebanyak 3 kuintal.
4. Telur Ayam sebanyak 50 kilogram.
5. Cabe dari UMKM sebanyak 5 kilogram, dikemas ekonomis seharga Rp10.000-an.
6. Bawang Merah dan Bawang Putih dari UMKM sebanyak 20 kilogram, dikemas ekonomis Rp15.000-an.
7. Produk olahan pangan dan nonpangan UMKM binaan dinas terkait.
Iwan menambahkan bahwa kenaikan harga cabai saat ini mencapai sekitar 57 persen, sehingga pasar murah menjadi salah satu solusi untuk menjaga daya beli masyarakat.
“Kami hanya membantu meringankan beban masyarakat. Kegiatan ini sepenuhnya sesuai ketentuan dan hasil koordinasi dengan dinas terkait,” ujarnya.
Salah satu warga Desa Gogorante, Tutik, mengaku sangat terbantu adanya pasar murah. Menurutnya, harga sejumlah kebutuhan pokok meningkat cukup tajam menjelang Nataru.
“Dengan kegiatan ini, kami sangat terbantu. Kita tahu sendiri harga-harga naik. Harapan saya, kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan setiap tahun,” ujarnya.
Dapatkan update berita menarik hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news instagram serta twitter Jurnaljatim.com






