Jalan Sehat HUT ke 80 RI di Kediri, Khofifah Tegaskan Sekolah Negeri di Jatim Bebas Pungli

Kediri, Jurnal Jatim – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa sekolah-sekolah negeri di bawah naungan Dinas Pendidikan Provinsi Jatim bebas dari praktik pungutan liar (pungli).

Penegasan itu disampaikan Khofifah saat mengikuti jalan sehat memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, di Gor Joyoboyo, Kediri. Jalan sehat ini diikuti 21.000 guru dan siswa SMA/SMK/SLB Negeri dan Swasta se-Kediri.

“Kami tegaskan, tidak ada pungli di sekolah-sekolah negeri di Jawa Timur,” tegas Khofifah di hadapan ribuan peserta.

Menurut Khofifah, seluruh kebutuhan operasional dan kegiatan pendidikan di sekolah negeri dibahas secara transparan bersama komite sekolah melalui Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS).

Sekolah negeri juga didukung oleh dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah), BPOPP (Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan), serta partisipasi masyarakat yang sifatnya sukarela dan tidak mengikat.

“Partisipasi masyarakat tetap diperbolehkan, namun harus melalui mekanisme musyawarah bersama sekolah dan komite, dan tidak boleh ada unsur paksaan,” katanya.

Khofifah juga menekankan pentingnya pendidikan karakter sebagai fondasi utama dalam membentuk Generasi Emas Indonesia 2045. Ia menyoroti peran penting sekolah-sekolah seperti SMA Taruna Brawijaya Kediri dalam mendidik siswa dengan semangat cinta tanah air, nilai-nilai agama, serta penghormatan terhadap guru dan orang tua.

“SMA Taruna Brawijaya adalah kebanggaan Kediri. Kami berharap pendidikan karakter seperti ini mampu membentuk anak-anak Jatim menjadi generasi tangguh dan berprestasi,” ujarnya.

Pemprov Jatim saat ini mengelola enam SMA Taruna, yakni SMA Taruna Brawijaya, SMA Taruna Nala, SMA Taruna Angkasa, SMA Taruna Bhayangkara, SMA Taruna Madani, dan SMA Taruna Pamong Praja.

Khofifah mengapresiasi prestasi luar biasa yang telah dicapai dunia pendidikan Jawa Timur. Provinsi ini berhasil menorehkan prestasi tertinggi dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).

Serta menjadi juara umum Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK secara berturut-turut selama tiga tahun terakhir. “Ini adalah bukti nyata kualitas dan daya saing pendidikan di Jawa Timur,” katanya.

Jalan sehat di Kediri ini dimeriahkan dengan hadiah sekitar 500 doorprize, termasuk empat umrah yang diberikan langsung oleh Khofifah kepada dua orang guru dan dua orang murid. Hadiah tersebut menjadi momen haru bagi para penerima, terutama salah satu guru yang mengaku belum pernah berangkat umroh sebelumnya.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, Aries Agung Paewai menambahkan bahwa acara tersebut adalah bentuk nyata cinta tanah air melalui kebersamaan dan sportivitas.

“Jalan sehat ini bukan hanya untuk kesehatan fisik, tapi juga mempererat semangat gotong royong, nasionalisme, dan kebanggaan menjadi bagian dari pendidikan Indonesia,” imbuhnya.

Dapatkan update  menarik hanya di .com, Jangan lupa follow jurnaljatim.com dgoogle news instagram serta twitter .com