Hasil Pemungutan Suara Ulang Pemilu 2024 di Jombang

Jombang, Jurnal Jatim – Pemilih kurang antusias menggunakan hak suaranya pada ulang (PSU) di TPS 006 Losari, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Selasa (20/2/2024).

Jumlah warga yang datang untuk mencoblos turun dibandingkan saat coblosan serentak pada 14 Februari lalu.

Dari hasil PSU, diketahui pasangan Prabowo Subianto – masih lebih banyak dicoblos dibandingkan dua pasangan calon lainnya, yakni Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

Ketua badan pengawas (Bawaslu) Jombang, Dafid Budiyanto menyatakan, PSU berjalan lancar. Dimulai pukul 07.00 WIB dan berakhir sampai penghitungan suara pukul 16.00 WIB.

“Pelaksanaan PSU lancar sesuai prosedur mulai dari awal pemungutan sampai dengan penghitungan suara,” ujar Dafid.

Kendati lancar, namun dalam pengawasan pemungutan suara ulang (PSU) itu partisipasi pemilih menurun. Jumlah yang datang 151 pemilih.

Sementara saat coblosan pilpres dan pileg pekan lalu, jumlah pemilih yang mencoblos 181 pemilih, ketambahan 21 (pemilih yang diperlakukan DPTb tetapi tidak mengurus pindah pilih) sehingga total ada 203 pemilih yang mencoblos.

“Hasil dari pengawasan pemilih masih bagus meskipun dilaksanakan pada hari aktif dalam pemungutan suara ulang di TPS 06 Desa Losari,” kata Dafid.

PSU TPS 006 Losari untuk memilih calon dan wakil presiden serta Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.

Hasil perolehan suara yang didapat dalam PSU, sebanyak 10 suara untuk pasangan nomor urut 1. Sementara perolehan suara kandidat nomor urut 2 sejumlah 111 suara dan pasangan nomor 3 mendapat 29 suara.

“Suara sah 150, tidak sah 1, total suara sah dan tidak sah sebanyak 151 sesuai dengan pemilih yang hadir,” Katanya.

Sementara itu, untuk coblosan DPD, dari total 151 surat suara yang masuk, terbanyak yang dicoblos adalah Ir. H. AA La Nyalla Mahmud Mattalitti dengan perolehan 37 suara.

Disusul tiga calon lain, Kondang Kusumaning Ayu dengan perolehan 35 suara, dr Lia Istifhama 25 suara dan Ir.H. Agus Rahardjo M,Sc.M oleh 5 pemilih. Mohammad Trijanto, S.H., M.M, MH 4 suara; Bambang Harianto 2 suara, Doddy Dwi Nugroho 2 suara , Kunjung Wahyudi 2 suara.

“Suara sah 127 suara dan suara tidak sah 24 suara dan total suara sah dan tidak sah 151suara,” ujarnya.

Sebatas diketahui, Pemilihan Suara Ulang (PSU) TPS 006 Desa Losari, Ploso, Jombang dilaksanakan berdasar rekomendasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) setempat.

Sebab, disinyalir adanya pelanggaran saat pemungutan suara 14 Februari 2024 lalu. Penyelenggara pemilu menemui pemilih yang tidak berasal RT/RW maupun desa setempat namun ikut melakukan pencoblosan. Tercatat ada, 21 orang warga dari luar daerah.

Mereka tidak terdaftar pada DPT (Daftar Pemilih Tetap) dan DPTb (Daftar Pemilih Tambahan), namun memilih menggunakan DPK (Daftar Pemilih Khusus), yakni memakai KTP untuk memberikan hak suaranya. Padahal seharusnya pemilih yang menggunakan dokumen harus warga setempat.

“21 pemilih tersebut merupakan warga luar Desa Losari Kecamatan Ploso,” ujar Ketua Dafid Budiyanto, Selasa (19/2/2024).

Dafid menyebut, ke 21 pemilih tersebut berasal dari berbagai wilayah. Di antaranya berasal dari dan . “Karena ada kesalahan administrasi, akhirnya kita rekomendasikan untuk PSU,” tandas Dafid.

Divisi Teknis dan Penyelenggara KPU Jombang, Asad Choirudin mengatakan Pemungutan Suara Ulang di TPS 06 Desa Losari Kecamatan Ploso Jombang hanya untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) dan DPD RI.

“Hanya satu TPS di Kabupaten Jombang yang menggelar PSU. Karena ada kesalahan administrasi saat pemungutan suara kemarin,” kata Asad kepada wartawan.

Dapatkan update berita menarik hanya di .com, Jangan lupa follow di jurnaljatim.com dgoogle news instagram serta twitter Jurnaljatim.com