Subsidi Pupuk Petani Tembakau di Jombang Satu Hektar Hanya 40 Kilogram

Jombang, Jurnal Jatim (Disperta) memberikan untuk di daerah setempat.

Dari luasan di Jombang, Jatim, pihak dinas setempat hanya mengalokasikan 40 kilogram pupuk setiap satu hektar.

Kepada Dinas Pertanian Jombang, Moch Rony mengatakan untuk prioritas pengembangan pertanian tembakau di daerah setempat berada di 5 .

Dari itu, ada potensi kurang lebih seluas 5.300 hektar lahan tanaman tembakau. Dinas Pertanian juga termasuk penerima Dana Bagi Hasil Cukai dan Tembakau (DBHCT) di tahun 2023.

“Untuk tahun ini pun kita memprioritaskan bantuan pada pupuk ya, terutama pupuk KNO3 dan pupuk NPK,” kata Rony kepada , Rabu (15/6/2023).

Bantuan pupuk untuk petani masih dalam tahap uji Laboratorium sebelum pemasaran. Pihanya pun menggandeng laboratorium Sucofindo untuk menguji keaslian sebelum didistribusikan ke petani.

“Insyaallah pada bulan ini sudah selesai semua bisa kita bagikan,” ucap Rony.

Mengenai besaran, Rony menyebut, dari luasan 5.300 hektar tanaman tembakau di Jombang, per hektar hanya mendapat 40 Kg.

Diakui Ronu, jatah pupuk petani tembakau itu masih jauh dari rekomendasi karena untuk pemupukan per hektar tanaman tembakau itu antara 250 kg sampai 300 kg.

“Memang kemampuan pemerintah sedemikian sehingga kami hanya bisa membantukan per hektarnya kurang lebih 40 Kg,” jelasnya.

Rony mengakui Dinas Pertanian Kabupaten Jombang menerima kurang lebih Rp8 miliar rupiah dari Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCT) tahun ini.

Menurut Rony, selain alokasi untuk pengadaan bantuan pupuk kepada petani tembakau, anggaran miliaran tersebut juga digunakan untuk sejumlah kegiatan lain.

“Nilai DBH-CT total dengan kegiatan lain sekitar hampir Rp8 miliar,” tandas Rony.

Dapatkan update berita menarik hanya di Jurnaljatim.com, Jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news instagram serta twitter Jurnaljatim.com