Jombang, Jurnal Jatim – Kabupaten Jombang Jawa Timur mengerahkan tim relawan bencana untuk membantu korban gempa di Cianjur, Jawa Barat, Senin (5/12/2022).
Tim relawan bencana yang diberangkatkan itu adalah dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jombang dengan Baznas Tanggap Bencana (BTB) nya.
Pemberangkatan tim terdiri dari 10 orang relawan bencana itu oleh Bupati Mundjidah Wahab dari Pendopo Kabupaten Jombang, pada Senin (5/12/2022).
Mundjidah Wahab menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada tim relawan yang berangkat untuk membantu meringankan beban korban gempa di Cianjur, Jawa Barat.
“Alhamdulillah, hari ini sebanyak 10 Relawan kita berangkatkan sekitar 10 hari untuk membantu support dapur umum, distribusi bantuan, dan tim psikososial, untuk bergabung dengan Baznas yang ada di Jawa Timur yang ada di sana,” katanya.
Mundjidah menyampaikan relawan untuk dapat melaksanakan tugas kemanusiaan ini dengan niatan ibadah, tulus ikhlas membantu yang membutuhkan bantuan.
“Bantuan ini belumlah seberapa, setidaknya semoga dapat membantu dan memberikan manfaat bagi para korban gempa Cianjur,” ujarnya.
Lebih lanjut Mundjidah juga berharap pada ASN di lingkup Pemerintah Kabupaten Jombang juga organisasi yang lain untuk dapat turut serta mendonasikan rezekinya pada Baznas Kabupaten Jombang.
Ketua Baznas Kabupaten Jombang Didin Ahmad Sholahudin, mengatakan relawan Baznas berangkat dengan membawa alat-alat trauma healing psikososial.
Antara lain yakni membawa mainan anak anak dan juga dana sebesar Rp20 juta untuk membantu kebutuhan dapur umum.
Ia mengemukakan, sampai saat ini Baznas Jombang juga terus menghimpun dana dari para donatur dan sudah terkumpul sekitar 90 juta.
“Kami juga masih membuka kesempatan untuk masyarakat yang ingin berdonasi. Rencananya dana untuk korban Gempa Cianjur kami berharap Ibu Bupati yang akan menyerahkan nantinya,” ujarnya.
Perlu diketahui, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 334 korban meninggal dunia akibat gempa magnitudo 5,6 di Cianjur, Jawa Barat per Senin 5 Desember 2022.
Sementara itu, dilaporkan BNPB sebanyak 8 orang dinyatakan hilang. Selanjutnya dari 593 korban luka berat, yang masih dirawat ada 49 jiwa.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari saat Konferensi Pers secara virtual, Senin 5 Desember 2022 menyampaikan petugas Tim SAR gabungan terus mencari korban yang masih belum ditemukan.
“Kita masih tunggu mudah-mudahan hari ini, siang ini ada yang ditemukan sehingga makin sedikit yang hilang yang masih harus dicari,” ujarnya.
Dapatkan update berita menarik hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news instagram serta twitter Jurnaljatim.com