Magetan, Jurnal Jatim – Berdirinya Vihara Vimalakirti yang selama ini jadi penantian panjang warga lingkungan Sale, Kelurahan Plaosan, Kabupaten Magetan yang menganut agama Buddha Majelis Nichiren Shoshu Buddha Dharma Indonesia sudah terpenuhi.
Setelah dibangun selama tiga tahun lamanya sejak 2019 hingga 2022, Vihara Vimalakirti yang merupakan rumah ibadah umat Buddha telah diresmikan Bupati Magetan, Suprawoto, Kamis (27/10/2022) lalu.
Bupati Suprawoto meresmikan didampingi Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Permadi, Kepala Kemenag Magetan, Pembimas Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur.
Dihadiri pula Bakesbangpol, Kepala KUA, FKUB, Porkopimca, Perwakilan umat majelis Nichiren Shosu Buddha Dharma Indonesia se-Karisidenan Madiun, Perangkat Kelurahan Plaosan dan warga lingkungan Sale Plaosan.
Informasi yang didapat, Vihara Vimalakirti dulunya merupakan rumah orang tua dari keluarga Pandita Suroto yang sekaligus merupakan Ketua Vihara Vimalakirti sekarang. Rumah tersebut menjadi tempat berkumpul, pertemuan, sembahyang, dan kegiatan umat Buddha setempat.
Sebelum berdirinya Vihara Vimalakirti, 14 kartu keluarga (KK) yang beragama Buddha beribadah di Vihara Wonomulyo Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.
Dalam sambutannya Pembimas Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu acara itu.
“Dan saya apresiasi untuk keluargaku yang ada di sini walau hanya cuman 14 KK (Kepala Keluarga), bisa mendirikan Vihara yang begitu bagus. Ajaran agama Budha adalah ajaran yang saling menyayangi, mengasihi, karena agama budha wajib hukumnya untuk cinta kasih,” kata pria asli Surabaya ini.
Sementara, Bupati Suprawoto mengucapkan terima kasih kepada lingkungan sekitar yang memberikan toleransi untuk berdirinya Vihara Vimalakirti itu.
“Kita hidup di Negara Pancasila, Alhamdulillah walaupun Agama Buddha itu ada beberapa aliran dan di sini hanya beberapa KK namun masyarakat di sini mengijinkan untuk berdirinya Vihara,” ujar Suprawoto.
Menurutnya, hal ini sebagai wujud toleransi yang luar biasa antar-umat beragama di Negara Pancasila.
“Alhamdulillah toleransi di sini sangat tinggi. Tentu ini toleransi yang sangat luar biasa, mudah-mudahan ini jadi miniatur, contoh bahwa inilah Indonesia, Magetan ini terdiri dari beberapa agama namun tetap rukun,” ujarnya. [Kemenag]
Dapatkan update berita menarik hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news instagram serta twitter Jurnaljatim.com.