Hadiri Mahabbaturrasul ke 58 di Jombang, Cak Imin: Indonesia Selamat Karena Selawat

Jombang, Jurnal Jatim – Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar menghadiri acara pengajian umum di Lapangan Kebon Melati, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, Minggu (9/10/2022) tadi malam.

Cak Imin, sapaan akrab Muhaimin Iskandar hadir di sana sebagai pembicara pada acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1444 H dan HUT Jam’iyyah Mahabbaturrosul ke 58 serta Haul KH Sholihin Hamzah. Hadir juga Ketua DPRD Jombang Mas’ud Zuremi, para kiai, tokoh agama dan tokoh masyarakat dan ribuan orang.

Cak Imin mengatakan Sumbermulyo selalu istikamah berselawat sejak 56 tahun lalu. Ia mendoakan perintis, pengawal dan penerus senantiasa mendapat rahman dan rahim dari Allah SWT dan termasuk orang-orang yang dirindukan Rasulullah.

“Semua ini cukup memberikan kekuatan bagi kita semua agar istikamah melaksanakan sunah-sunah Rasulullah,” kata Cak Imin.

Hadiri Mahabbaturrasul ke 58 di Jombang, Cak Imin: Indonesia Selamat Karena Selawat

 

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut menjelaskan pandemi selama hampir 3 tahun, membuat Negara-negara termasuk Indonesia, mengalami berbagai masa sulit.

Menurutnya, bukan saja berpengaruh pada keadaan kesehatan masyarakat, bukan hanya kesulitan di bidang penangan medis dan teknologi kedokteran, tapi juga berdampak kepada ekonomi dunia, khususnya Indonesia.

“Kita mengalami masa sulit yaitu dimulainya peperangan baru, lanjutan dari perang ekonomi menjadi perang yang beneran, diawali dari Rusia dan Kroasia,” katanya.

Kemudian ekonomi dunia bukan hanya krisis tetapi juga mengalami resesi. Disebut dia, berbagai negara mengalami kebangkrutan dan ancaman kebangkrutan. Negara terdekat yang sudah rontok Negara Srilangka.

Negara yang terancam bangkrut, paling tidak sudah ada lima negara yang terancam, salah satunya Turki. Beberapa negara di Asia Selatan seperti Afganistan, Pakistan dan berbagai negara pecahan dari Uni Soviet juga demikian.

Selain itu, Negara-negara maju seperti USA Amerika Serikat, Inggris United Kingdom, juga mengalami masa sulit dan bahkan hampir pasti tahun depan mengalami resesi.

“Tetapi di sisi yang lain kita bersyukur dalam mengatasi pandemi ini. Indonesia bisa aman, cepat, lancar dan bahkan termasuk paling cepat mengatasi dibanding negara lainnya,” ujar asal Denanyar, Kabupaten Jombang ini.

Indonesia Selamat Karena Selawat

Selain partisipasi dan kerja keras masyarakat dalam mendukung dan menopang, tentunya karena pemerintah juga telah bekerjakeras. Presiden tiada pernah berhenti bergerak mengatasi berbagai model, menu, cara dan strategi.

“Selain kerja keras dan kebersamaan, ternyata saya meyakini benar, bangsa kita selamat karena selawat bergema dimana-mana, di seluruh tanah air kita,” ujar pria 56 tahun ini.

Ia menegaskan, selawat benar-benar sakti, dan bangsa Indonesia termasuk satu-satunya yang paling kuat di dalam menjalankan kegiatan maulid dan melaksanakan berbagai kegiatan yang menyangkut selawat Nabi.

Keberhasilan itu juga tak lepas dari doa-doa yang dipanjatkan oleh masyarakat Indonesia. Kegiatan-kegiatan doa bersama dan munajat menembus langit rutin digelar masyarakat Indonesia.

“Majelis-majelis seperti ini yang membuat Indonesia kuat. Doa-doa kalian yang bisa menembus Arsy Allah SWT. Saya menyakini berkat Selawat Indonesia selamat,” katanya.

Lelaki yang dijuluki sebagai Panglima Santri itu juga menjelaskan keutamaan membaca selawat Nabi SAW. Selain doa, umat muslim juga dianjurkan memperbanyak amalan lain yang bermanfaat. Salah satunya adalah membaca selawat Nabi Muhammad SAW.

“Mulai dari meningkatkan derajat dan kebaikan, menghapuskan keburukan, hingga menambah pahala. Bukan hanya itu, membaca selawat nabi dapat memberikan ampunan dosa dan menjadi penghibur kelak di alam kubur,” kata mantan Menteri Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Indonesia ini.

Oleh karena itu, Muhaimin mengajak untuk semua tidak lepas dari selawat. Terutama kepada para generasi muda agar istikamah dan mendorong untuk tidak pernah berhenti meneladani serta menjalankan semua yang dirintis para wali, masyayikh, guru dan kiai.

“Tidak pernah putus dengan batin dan kecintaan kita kepada nabi Muhammad SAW, termasuk kita semua adalah orang-orang yang tidak pernah lelah dan tidak pernah berhenti merebut kemenangan dicintai dan dirindukan oleh Rasulullah SAW,” tandasnya.

Dapatkan update berita menarik hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news instagram serta twitter Jurnaljatim.com