Jombang, Jurnal Jatim – Menter koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menggelar pertemuan secara tertutup dengan pengurus pesantren Majma’al Bahrain, Shiddiqiyyah di Ploso Jombang, Jawa Timur Senin (12/9/2022).
Pengurus pesantren di antaranya Ketua DPP Orshid (Organisasi Shiddiqiyyah) Joko Herwanto berserta jajaran, kemudian Ketua Umum DHIBRA Shiddiqiyyah Nyai Shofwatul Ummah, serta Mursyid Tarekat Shiddiqiyah Kiai Muchtar Mu’thi. Pertemuan berlangsung selama kurang lebih 30 menit.
Menko PMK tiba di pondok itu sekitar jam 17.00 WIB petang setelah menghadiri acara penanganan stunting di Balai Desa Losari, Kecamatan Ploso Kabupaten Jombang.
Setiba di pesantren Shiddiqiyyah, Menteri asal Madiun ini disambut oleh pengurus para pesantren yang terletak di Jl Raya Ploso. Menko PMK ditemui di dalem kasepuhan.
Selanjutnya mereka menggelar pertemuan tertutup sekitar 30 menit. Setelah pertemuan, menteri Muhadjir diberi cendermata berupa buku bersampul Kiai Muchtar.
Usai pertemuan, Menteri Muhadjir menyebut jika kunjungan itu dalam rangka silaturahmi. Sekaligus juga untuk mengecek kondisi pondok pesantren.
“Alhamdulillah semuanya sudah lancar. Proses kegiatan belajar mengajar juga sudah baik seperti sedia kala,” kata Muhadjir ketika ditanya wartawan soal kunjungannya ke pesantren Shiddiqiyyah.
Pada kesempatan itu, Muhadjir menegaskan bahwa tidak ada pesan khusus dari mursyid Tarekat Shiddiqiyyah Kiai Muchtar Mu’ti kepada dirinya dalam pertemuan tersebut.
“Tidak ada pesan khusus. Kami hanya silaturahmi kok,” ucap alumni Universitas Gadjah Mada Jogjakarta ini.
Namun demikian, ia mengatakan pendidikan pesantren tetap menjadi pilihan terbaik. Oleh sebab itu dirinya berharap seluruh pesantren berbenah. Tujuannya, untuk menyongsong Indonesia Emas tahun 2045.
Apalagi, dikataka dia, sekarang ini sudah ada undang-undang pesantren. Ia sangat yakin bahwa pondok Shiddiqiyyah menjadi elemen penting dalam membangun bangsa. Terutama soal nasionalisme.
“Semboyan ‘hubbul wathon minal iman (cinta tanah air sebagian dari iman)’ di pesantren Shiddiqiyyah juga sangat luar biasa,” tandas Muhadjir.
Sebelum meninggalkan Ponpes Shiddiqiyyah Jombang, Muhadjir menunaikan ibadah salat magrib secara berjamaah di masjid pesantren tersebut.
Sebagaimana diketahui bahwa Menko PMK Muhadjir Effendy yang pada saat itu Menteri Agama Ad Interim membatalkan, pencabutan izin pesantren Shiddiqiyyah di Desa Losari, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, Jawa Timur pada Juli lalu.
Sebelumnya izin pesantren tersebut dicabut karena salah satu kiainya Moch Subchi At Tsani alias Mas Bechi (MSAT) menjadi DPO kasus dugaan pencabulan.
Pembatalan itu atas arahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Muhadjir mengatakan pembatalan diputuskan untuk memberikan kepastian kepada para santri dan orang tuanya. Sehingga proses belajar mengajar bisa kembali berjalan seperti sediakala.
Selain itu, kasus MSAT juga tak melibatkan lembaga dan merupakan tindakan individual atau dilakukan oleh oknum yang memiliki peran penting di pesantren tersebut.
Dapatkan update berita menarik hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news instagram serta twitter Jurnaljatim.com