oleh

Ajak Generasi Muda Tuban Lestarikan Kesenian Ludruk di Era Digital

Tuban, Jurnal Jatim – Kesenian ludruk saat ini sangat sulit ditemui di sejumlah daerah, di antaranya di Tuban, Jawa Timur. Hal itu Lantaran banyak kelompok kesenian yang telah gulung tikar digerus perkembangan zaman yang kian maju atau era digital.

Hal lainnya karena kesenian tersebut juga sudah sangat jarang digelar di tengah-tengah masyarakat.

Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky pun mengajak generasi muda untuk mencintai dan melestarikan kesenian ludruk di era digital ini.

Pihaknya juga berkomitmen untuk turut mempromosikan kesenian ludruk agar digemari generasi milenial dan harapannya ludruk juga digemari di mancanegara.

“Ini menjadi kesenian khas Jawa Timur yang harus dilestarikan,” kata Halindra, Sabtu (27/8/2022).

Dikatakan Lindra, pelestarian budaya Jawa dimaksudkan untuk membentuk karakter masyarakat Kabupaten Tuban. Khususnya generasi muda, akan menjadi pondasi budi pekerti luhur ditengah gempuran budaya asing.

“Sebagai upaya merawat Kebhinnekaan melalui seni budaya,” ungkapnya.

Selain kesenian Ludruk, pada peringatan Hari Kemerdekaan tahun ini Pemkab Tuban juga menyelenggarakan kesenian lainnya yaitu Pentas Wayang Kulit di kecamatan Tambakboyo dan Pentas Sandur di Semanding.

Lindra menjelaskan pertunjukan kesenian sengaja diselenggarakan tidak di pusat kota Tuban. Tujuannya, agar seluruh masyarakat di berbagai kecamatan dapat merasakan semarak peringatan HUT kemerdekaan RI tahun ini.

Tidak hanya itu, berbagai kegiatan yang diselenggarakan pemerintah mampu mendukung peningkatan perekonomian masyarakat desa.

“Hal itu selaras dengan visi Mbangun Deso Nata Kutho dan program One Village One Product,” kata Lindra menutup.

Dapatkan update berita menarik hanya di Jurnaljatim.com, Jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news instagram serta twitter Jurnaljatim.com.