oleh

Terindikasi Ada Struktur Lain, Situs Pandegong Jombang Diekskavasi Lagi

Jombang, Jurnal Jatim – Ekskavasi situs Pandegong, Jombang, Jawa Timur kembali dilanjutkan. Proses ekskavasi tahap tiga oleh tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur akan berlangsung selama 10 hari mulai Rabu (13/4/2022).

Proses ekskavasi tahap tiga situs Pandegong, di Desa Menganto, Kecamatan Mojowarno, Jombang oleh tim arkeolog tersebut untuk mencari tiga Perwara yang diprediksi masih terkubur di dalam situs tersebut.

“Kemungkinan masih ditemukan beberapa benda yang masih terpendam. Berdasarkan pengalaman ekskavasi di tempat lain dengan struktur yang sama masih ada dua arca,” kata pamong budaya ahli pertama BPCB Jatim, Albertus Agung Vidi Susanto, Jumat (15/4/2022).

Ekskavasi pada tahap tiga, diharapkan akan melihat potensi-potensi lain yang ada dalam situs Pandegong. Selain denah, kemudian potensi tiga perwara atau struktur yang ada di depan ini.

“Terlihat dari denah yang muncul pada Situs Pandegong. Kemungkinan masih ada tiga perwara atau candi wahana yang terletak di barat situs,” kata Vidi kepada wartawan.

Situs Pandegong selain candi utama dengan penampil-penampil di setiap sisinya yang arahnya menghadap ke barat, disebut Vidi, ternyata di bagian sebelah barat ada indikasi struktur lain. Dugaan bisa ditemukan Dewa Shiwa Wahana Lembu, Dewa Brahma Wahana Angsa, Dewa Wisnu punya Wahana Garuda.

“Tiga struktur itu biasanya ditempatkan di depan candi, berfungsi untuk menempatkan wahana atau tempat tunggangan dewa-dewa,” kata alumni Universitas Gadjah Mada tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Senen, menambahkan, proses ekskavasi situs Pandegong tahap tiga dialokasikan anggaran Rp54 Juta.

“Pada prinsipnya, ini mempunyai nilai prasasti, nilai sejarah yang mungkin lebih tua dibanding dengan penemuan-penemuan yang ada di Jombang. Kami mendukung, tentunya bertahap, karena anggaran juga terbatas,” ujarnya.

Senen mengungkapkan, pihaknya berupaya menggali sampai mendapati data yang diinginkan. Sekiranya nanti memang betul-betul data yang diperlukan sudah diperoleh, maka ekskavasi nanti akan dihentikan.

Namun, tidak kalah penting dukungan dari masyarakat. Terutama di sekitar Situs Candi Pandegong. Senen berharap tidak ada tangan-tangan jahil, termasuk tidak ada yang menghambat proses ekskavasi.

“Ini merupakan bukti sejarah, sekaligus nanti juga sebagai bukti terkait dengan keberadaan pemerintahan masa Kerajaan Majapahit,” ungkap Senen.

Perlu diketahui, proses ekskavasi situs Pandegong yang dilaksanakan oleh Pemkab Jombang dengan tenaga ahli dari BPCB Jatim sudah berjalan 2 kali.

Tahap pertama dilakukan November 2021 dengan anggaran Rp62 juta. Kemudian, tahap kedua Maret 2022 lalu dengan anggaran Rp54 juta dan untuk anggaran tahap tiga sama dengan anggaran tahap dua.

Dapatkan update berita menarik lainnya hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news dan akun instagram Jurnaljatim.com.