Terpuruk Akibat Pandemi, Kelompok IKM di Jombang Mengadu ke Dewan

Jombang, Jurnal Jatim – Sekitar 10 unit usaha kelompok Industri Kecil Menengah (IKM) mengadu ke Komisi B DPRD Jombang, Jawa Timur, terkait kondisi perekonomian mereka yang terpuruk akibat badai pandemi COVID-19 dua tahun terakhir.

Mereka meminta komisi yang membidangi perekonomian itu untuk membantu mencari solusi. Sebab, sejak pandemi COVID-19 terjadi usaha mereka terpuruk dan jatuh omsetnya.

Mereka berharap para wakil rakyat itu dapat membantu membuka pasar usaha, mendukung anggaran tambahan bagi Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Digdagrin) Jombang untuk menyediakan, menyiapkan sarana promosi, secara online, manual maupun menggelar pameran.

Audensi pelaku usaha IKM dengan Komisi B itu dikawal Bambang Rudy Tjahjo Surjono Sekdin, mewakili Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jombang, Hari Oetomo.

Mereka yang mengadu terdiri dari IKM mamin, batik, manik-manik, kopi, anggota dan jenis usaha mandiri lainnya. Audensi diterima Ketua Komisi B Sunardi, didampingi Zubaidi dan anggota Komisi lainnya antara lain Rohmat Abidin, Machin di ruang rapat paripurna.

Sunarlik, pelaku usaha batik mengharapkan produk IKM Jombang bisa diumumkan ke luar daerah, agar lebih bisa dikenal. Sebab pelaku usaha tidak mampu mengeluarkan biaya promosi hingga ke luar daerah.

Selain belum pernah promosi ke luar Jombang, sebagai kelompok industri batik belum pernah dipercaya untuk mengerjakan seragam batik anak sekolah. Padahal sudah mengerjakan batik khas Jombangan untuk seragam pelajar.

“Kami pernah ke Ngasem, Jawa Tengah. Pembatik di sana diberi kesempatan mengerjakan batik lokal untuk anak sekolah setempat sehingga cukup membantu para pengrajin,” katanya.

Sementara itu Nina, wakil dari Komunitas Pengusaha Mandiri (KOPARI) menyampaikan harapan untuk membuat server sebagai media promosi hasil usaha masyarakat Jombang secara manual dan digital, aktif dan ter-update, diluncurkan.

Ketua Asprindo (unit usaha mebeler) Ahmad Yani mengharapkan mendapat bantuan peralatan sesuai kebutuhan. Karena untuk mendukung hasil produk meubeler sesuai pasar harus didukung peralatan yang memadai.

“Nah untuk membeli alat sesuai perkembangan zaman, perajin tidak mampu,” kata Ahmad Yani.

Pada kesempatan itu, Bambang Rudy
Sekdin Dinas Perdagangan dan Perindustrian Jombang, Bambang Rudy menambahkan, berbagai konten media telah dibuatkan dinas, di antaranya video tron, melalui workshop, lokasi pusat oleh-oleh di Pasar Desa Ngrawan, Kecamatan Tembelang juga bisa dimanfaatkan. Melalui berbagai media tersebut para pelaku usaha diharapkan dapat memanfaatkan, agar ada peningkatan hasil produksinya.

“Kami akan mendorong dari Komisi B, terutama untuk Dinas jika bisa mendapatkan rekomendasi tambahan anggaran untuk merealisasi permintaan pelaku usaha,” katanya.

Ketua Komisi B DPRD Jombang Sunardi menyatakan, persiapan akan melakukan koordinasi untuk memberikan anggaran, fasilitas persiapan yang dibutuhkan pelaku usaha. Di antaranya, bentuklah media pameran, bahkan kalau bisa hingga tingkat nasional.

“Tahun 2022 ini, penggunaan anggaran mengacu pada anggaran tahun 2021, sehingga PAK 2022 tahun 2023 setidaknya kami akan memperhatikan untuk memberikan dukungan anggaran agar produk IKM yang bisa dikenal dan bisa dipasarkan sesuai dengan harapan para pelaku usaha,” ujarnya.

Dapatkan update berita menarik lainnya hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow jurnaljatim.com di Google News.

Writer: BertaEditor: Azriel