oleh

Pemkab Magetan Lakukan Konektivitas Bank Sampah Dengan Perbankan

Magetan, Jurnal Jatim – Banyaknya bank sampah yang memiliki inovasi dalam pengelolaan sampah membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan, Jawa Timur akan melakukan upaya konektivitas antara bank sampah dengan dunia perbankan.

Bupati Magetan Suprawoto mengungkapkan, geliat bank sampah di daerah setempat cukup membanggakan karena mampu menghadirkan inovasi seperti sampah yang dikelola menjadi taman gizi seperti di Desa Bogoarum hingga sampah yang dikelola dan dikonversi menjadi emas di Bank Sampah Desa Dukuh Lembeyan.

“Keterlibatan bank saat ini belum, nanti coba saya sampaikan ke BPRS supaya teman-temen lebih semangat,” ujarnya, Minggu (6/3/2022).

Suprawoto, pada 2019 lalu menginstruksikan bahwa pengelolaan sampah selesai di tingkat desa. Untuk mendukung hal tersebut setiap desa diimbau untuk memiliki setidaknya 3 bank sampah.

Nah dari instruksi itu, salah satu desa yang berhasil melaksanakan adalah Desa Bogoarum, Kecamatan Plaosan, Magetan.

“Sampah ini selalu menjadi problem, oleh karena itu 2019 saya menginstruksikan pengelolaan sampah itu selesai ditingkat desa dan Desa Bogoarum menjadi contoh. Minimal Desa itu 3 tapi di sini ada 6 bank sampah,” katanya.

Di Desa Bogoarum, inisiator Bank Sampah Dompong adalah Ice Widyawati dengan melakukan gerakan bersih sampah yang melibatkan anak balita melalui posyandu.

Kemudian di tingkat Paud dan SD dengan taman gizi, di tingkat remaja dengan kegiatan PIK R yang melakukan kegiatan sosial dan latihan bank yang dibiayai dari sampah yang dikumpulkan serta melibatkan lansia dengan kegiatan minum jamu dari menukar sampah.

Dari 14 RT yang ada di Desa Bogoarum terdapat 6 bank sampah. Setiap RT mampu mengumpulkan sampah dengan nilai sekitar Rp400.000 sehingga dari seluruh RT yang ada di Desa Bogoarum mampu menghasilkan Rp5.600.000 setiap bulan dari pengelolaan sampah.

“Dari kegiatan sampah warga berhasil mencukupi kebutuhan lingkungan di RT seperti kebutuhan tong sampah, peralatan meja kursi untuk kegiatan social dan pengadaan lampu jalan dari hasil pengumpulan sampah,” kata Ice Widyawati.

Adanya koneksitas, Ice Widyawati berharap eksistensi bank sampah semakin kuat dan pemberdayaan kepada masyarakat yang memanfaatkan sampah sebagai bahan baku dari kerajinan yang dibuat warga akan semakin meningkat.

Ia, menambahkan, koneksitas antara bank sampah dengan perbankan juga diharapkan meningkatkan keterampilan pengelolaan keuangan bank sampah sehingga mampu membantu masyarakat di bidang pemberdayaan masyarakat.