oleh

Kerajinan Tangan Popor Senapan Angin di Tuban Tembus Mancanegara

Tuban, Jurnal Jatim – Kerajinan tangan popor senapan angin yang dikembangkan Taufik (42), warga Tuban, Jawa Timur sukses menembus pasar di sejumlah negara hingga Eropa.

Taufik menekuni bisnis popor senapan angin di Desa Margorejo, Kecamatan Kerek, Tuban, sejak 2019 lalu. “Kita pernah kirim ke Negara Ukraina di tahun 2021,” kata Taufik.

Ia mengungkapkan hasil kerajinannya juga diterima di sejumlah toko-toko di negara-negara Eropa. Di antaranya, pernah kirim di Negara Inggris, Belanda, dan lainnya.

“Sekarang lebih sering kirim ke toko-toko di Natherland, seperti toko humair itu toko tersebar khusus senapan angin,” ungkapnya.

Taufik menceritakan, mulanya menekuni bisnis itu dari hobi bermain senapan angin. Kemudian, dirinya mencoba memproduksi sendiri. Alhasil, kerajinannya tersebut bisa diterima pasar lokal sampai Mancanegara.

“Dulu berawal di tahun 2019 dari hobi main senapan angin. Akhirnya coba buat dan untuk popor serta handgrip baru empat tahun, fokus dua tahun,” kenang Taufik.

Bahan pembuatannya diakuinya didatangkan dari China melalui proses yang rumit. Pembuatan bahan harus pindah-pindah negara, mulai dari kayu laminate dari Eropa, pewarnaan dari Jepang dan proses pressing jadi balok di China setelah itu baru dikirim.

“Bahan saya datangkan dari China, untuk satu papan ukuran 6×23×80 bisa dua popor untuk hand grip bisa jadi enam barang,” jelasnya.

Dikatakan dia, usaha kerajaan yang mampu menembus pasar Eropa itu dikerjakan empat orang termasuk dirinya. Menurut salah satu temannya Karsim (23) dalam sehari mampu merampungkan dua unit popor senapan angin.

“Saya kerja disini sudah 2 tahun, ini lagi buat popor, satu hari bisa buat dua saya” jelasnya

Ia menjelaskan kerajinannya di jual di pasar lokal dengan harga satu popor senapan angin Rp2.250.000 dan harga untuk mancanegara antara 200 dolar.

Ia mengaku COVID-19 bukan jadi halangan untuk menjual popor senapan angin miliknya. Namun, sekarang pengiriman ke mancanegara agak tersendat karena ada perang Rusia dan Ukraina.

“Pemesanan dari Ukraina sementara tidak ada, karena lagi perang saat ini  Hal itu menjadi penghambat pasar kita di sana,” pungkasnya.

Dapatkan update berita menarik lainnya hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow jurnaljatim.com di Google News