Batik Biduan dan Durian Saman Jadi Andalan Plangkongan Magetan

Magetan, Jurnal Jatim – Banyak potensi menarik yang perlu diketahui di Desa Plangkongan, Kecamatan Poncol, Magetan, Jawa Timur. Di antaranya adalah Durian Saman dan Batik Biduan.

Dua potensi itu menjadi andalan desa tersebut. Desa Plangkrongan, memang lokasinya berada di daerah perbukitan karena masih di kawasang gunung Lawu.

Desa itu berbatasan langsung dengan desa Selotinatah Kecamatan Ngariboyo di daerah timur. Kemudian di sebelah utara berbatasan langsung dengan desa Sumberagung Kecamatan Plaosan, serta di bagian barat berbatasan dengan Desa Alastuwo dan sebelah selatan berbatasan dengan desa Cileng.

Dikutip dari situs resmi kominfo Pemkab Magetan, Sabtu (5/2/2022), Durian Saman awalnya durian yang dimiliki seseorang bernama Mbah Saman. Beberapa tahun terakhir, durian tersebut dikembangkan oleh ahli durian warga desa setempat.

Durian Saman dikembangkan dengan beberapa cara untuk mempercepat produksinya, di antaranya dengan stek dan batang bawah besar. Dan cara itu cukup berhasil sampai sekarang.

Kepala desa Plangkrongan Wawan Setiyo Budi, mengungkapkan, durian Saman  memiliki rasa yang sangat enak, tekstur yang lembut dengan aroma yang tidak terlalu menyengat serta biji yang tidak terlalu besar.

“Berat buah rata rata 3-4 kg saja,” ungkap Kepala desa Plangkrongan Wawan Setiyo Budi.

Budi mengungkapkan, tingginya minat masyarakat untuk menikmati durian Saman, disarankan agar pembeli untuk memesan sejak awal agar tak kehabisan, sebab jumlah durian Saman tak banyak

“Pembeli biasanya inden dulu agar tidak kehabisan,” ungkap Budi.

Budi menambahkan, potensi lokal desa tersebut akan terus dikembangkan agar kedepan bisa menjadi sarana peningkatan kesejahteraan warga desa.

Sementara itu, ketua unit usaha batik Bumdes Mugi Rahayu, Rina, menyebut batik Biduan itu asalah singkatan dari Batik Durian Plangkrongan.

“Batik Biduan beranggotakan 8 orang yang merupakan ibu rumah tangga,” kata Rina menjelaskan.

Meski usaha tersebut baru berusia satu minggu, namun pesanan batik terus mengalir sehingga bisa menambah pendapatan bagi ibu-ibu yang ikut dalam produksi batik Biduan.

“Bagi yang pesan, bisa menghubungi kami. Selain itu juga bisa langsung di rumah produksi kami di kantor desa Plangkrongan. Untuk rentang harga mulai Rp175 ribu sampai Rp225 ribu,” ujarnya. (*).

Dapatkan update berita menarik lainnya hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow jurnaljatim.com di Google News.

 

Editor: Azriel