oleh

Dua Bulan Santri Darul Ulum Jombang Digembleng Kemampuan Leadership

Jombang, Jurnal Jatim – Ratusan orang santri Pondok Pesantren Darul Ulum, Kecamatan Peterongan, Jombang, Jawa Timur digembleng kemampuan leadership atau kepemimpinan sebagai bekal ketika terjun di masyarakat.

Dimulai tadi malam, Minggu (9/1/2022), para santri dari asrama Al-Falah Ponpes Darul Ulum mengikuti pemusatan latihan atau Training Camp (TC) di Gor Unipdu hingga dua bulan ke depan.

“Training camp ini untuk meningkatkan kedisiplinan dan kualitas diri agar bisa nenjadi santri yang lebih disiplin serta lebih memiliki tanggung jawab,” ujar pengasuh asrama Al-Falah Ponpes Darul Ulum, Kabupaten Jombang, KH Muhammad Zulhilmi As’ad ditemui disela pembukaan training camp.

Santri adalah pemimpin masa depan yang harus dipersiapkan. Menurutnya, pemimpin tidak ada yang dadakan. Nah, training camp (TC) itulah bagian dari upaya meningkatkan kualitas santri di berbagai bidang keilmuan, selain ilmu agama.

“Menjadi seorang santri tugas mereka adalah belajar, mengaji, jamaah, salat dan sebagainya yang selama ini saya rasa masih belum maksimal, dengan adanya traning camp ini, kemampuan leadership santri dapat ditingkatkan kualitasnya,” tuturnya.

Ia mengatakan, training camp sekaligus juga agar santri di asrama Al-Falah lebih memiliki keterampilan khusus dengan kemampuan kepemimpinan yang unggul serta kualitas yang lebih baik.

“Kegiatan training camp diikuti sekitar 121 orang santri yang terdiri dari santri SMP kelas VII dan kelas VIII,” tambah salah satu pengasuh asrama lainnya, H Muhammad Zaki.

Zaki menyebut, santri yang mengikuti TC mendapat beberapa materi yang telah dijadwalkan sebelumnya. Mulai dari materi leadership, wawasan kebangsaan, wawasan kebencanaan, hingga materi kenakalan remaja misalnya tentang nafsah serta materi tambahan wawasan kewirausahaan.

“Materi-materi itu menjadi bekal santri ketika terjun ke masyarakat nanti,” kata Gus Zaki menjelaskan.

Pelaksanaan training camp selama dua bulan, delapan minggu dan pada Minggu terakhir nanti akan dilakukan kegiatan terbuka outbond atau dialam terbuka.

“Insyaallah jika tidak ada aral melintang akan bermalam berkemah di luar, namun masih menyesuaikan kebijakan di Pondok,” imbuhnya.

Zaki juga memastikan, kegiatan training camp itu tidak mengganggu aktivitas rutin yakni belajar di sekolah maupun di pondok. Sebab, pelaksanaan TC disela-sela kegiatan rutin para santri.

“Kami berharap para santri yang mengikuti benar-benar bisa memahami dan kelak ketika terjun ke masyarakat bisa menerapkannya dengan baik,” kata Zaki berharap.

Dapatkan update berita menarik lainnya hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow Jurnaljatim.com di Google News.

 

Editor: Azriel