oleh

Budidaya Bawang Merah Terintegrasi Dengan Ikan Lele di Nganjuk

Nganjuk, Jurnal Jatim – Dunia pertanian saat ini masih terbilang belum sepenuhnya bisa menyejahterakan petani. Seperti halnya di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur masih ada berbagai permasalahan yang seringkali membuat para petani resah bahkan kebingungungan.

Susanto, seorang petani binaan badan penyuluhan dan pengembangan sumber daya manusia pertanian (BPPSDMP) Jawa Timur menggagas metode (cara) pertanian budidaya bawang merah terintegrasi dengan ikan lele (Bamele).

Bamele merupakan sistem pertanian terintegrasi yang digunakan untuk menanam bawang merah sekaligus memelihara lele langsung pada satu lokasi.

Sehingga, cara tersebut bisa efektif dan efisien namun dengan hasil panen keduanya yang tetap maksimal.

Menurut Susanto, pertanian tidak bisa berdiri sendiri dalam menyejahterakan petani. Pertanian harus terintegrasi dengan peternakan agar bisa saling melengkapi.

“Jadi, berternaklah dahulu sebelum bertani. Artinya kalau petani sudah beternak maka petani akan punya pupuk. Apalagi para petani saat ini mengeluhkan tentang ketersediaan pupuk,” ujar laki-laki asal Desa Gandu, Kecamatan Bagor, Kabupa, Sabtu (8/1/2022).

Susanto yang menjadi warga binaan BPPSDMP sejak tahun 2010 tersebut memberikan gambaran yakni pertanian dan perikanan merupakan sebuah industri dan bisnis. Maka, kata dia, industri harus besar. Dan jika bisnis artinya harus menguntungkan.

“Ingat bahwa pertanian, peternakan itu adalah industri harus besar dan menguntungkan. Ini yang harus kita bangun karena masalahnya kompleks,” ujar Susanto.

Terkait permasahan ketersediaan pupuk, Susanto mengatakan pihaknya tengah berupaya bersama petani Kabupaten Nganjuk untuk membuat inovasi.

Yakni bekerjasama dan berkolaborasi membuat konsep pertanian yang terintegrasi. Apalagi untuk beralih dari pupuk kimia menjadi organik butuh proses.

“Namun kalau tatanan, dari awal sudah benar. Dari pertanian konvensional menjadi pertanian sehat. Dan untuk ke pertanian sehat, ini sebetulnya mudah namun butuh modal besar,” ujarnya.

Pupuk ini memang kita sedang inovasi kerja sama, berkolaborasi dan saling melengkapi membuat konsep pertanian yang terintegrasi,” lanjut Susanto memungkasinya. (WEB/PING)

Dapatkan update berita menarik lainnya hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow Jurnaljatim.com di Google News.

 

Editor: Azriel