oleh

Cerita Guru Muda di Jombang ‘Menikmati’ Gaji Rp250 Ribu Sebulan

Jombang, Jurnal Jatim– Usia yang masih muda tidak menghalangi Vita Kusumaningrum untuk mendidik para murid SDN Sumberagung 2, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang agar kelak bisa menjadi anak pintar meraih cita-citanya.

Vita adalah salah satu guru kelas di SDN Sumberagung 2, Kecamatan Megaluh. Keterlibatan gadis berusia 23 tahun itu dalam dunia mengajar tidak lepas dorongan orangtuanya yang memiliki latarbelakang pendidik.

“Kalau cita-cita awalnya lebih ke bisnis kok, bukan guru,” kata dia melalui pesan singkat, Senin (29/11/2021).

Ia menuturkan, kala itu, setelah lulus dari kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta di Jombang, ia disarankan orangtuanya untuk mengajar di sekolah dasar yang tidak terlalu jauh dari tempat tinggalnya.

Lantaran tidak ingin membuat kecewa orangtuanya, Vita menuruti saran itu. Sekitar Juli 2019, dia mulai masuk di sekolah milik pemerintah sebagai guru honorer yang mengajar di kelas.

“Mengarah untuk menjadi guru karena dorongan orangtua terutama papi (bapak). Di suruh papi mengajar. Soalnya papi kepala sekolah (di sekolah lain), dan kakek dulu juga pendidik,” tuturnya.

Meski awalnya karena “paksaan” dari orangtua, kini Vita mengaku menikmati dan senang dengan profesi mulia itu. Ia terus menjalani dengan penuh semangat meski gaji yang didapatkannya sebagai guru honorer jauh dari kebutuhan.

“Gaji sedikit, Rp250 ribu per bulan. Ya pasti gak cukup lah. Biar mencukupinya ya nebeng mami (ibu) mas,” ujar sarjana pendidikan guru sekolah dasar tersebut.

Cerita Guru Muda di Jombang yang Menikmati Gaji Rp250 Sebulan

Agar tidak selalu mengandalkan subsidi orang tua, Vita pun berencana membuat bisnis suatu produk di online maupun offline yang tanpa mengganggu aktivitas mengajarnya. Sayangnya, Vita masih merahasiakan usaha produk yang akan dijalankan tahun depan.

“Ke depan, saya mau sambil usaha bisnis untuk menambah pemasukan. Mudah-mudahan lancar ya,” ujar perempuan berjilbab tersebut.

Selain gaji yang sangat minim, ada suka duka lain dalam tugasnya menjadi guru. Vita mengungkapkan, sukanya ketika ada beban individu kalau sudah bertemu anak-anak didik rasanya beban hilang.

Secara tidak langsung, menjadi pengobat hati, bahkan selama pandemi COVID-19 saat pembelajaran daring, Vita sangat rindu suasana sekolah karena bosan di rumah.

“Kalau dukanya kan ini belom PNS masuk dapodik susah sekarang, apalagi yang honorer sudah bertahun-tahun malah kasihan sekali, sudah negara kebanyakan aturan lagi, sampai ada yang sampai tua kurangnya perhatian dari pemerintah,” ungkapnya.

Vita berharap dirinya beserta para guru honorer segera diangkat menjadi PNS dengan mudah. Sebab, guru selama ini banyak memiliki jasa. Ia menyebut, kalau tidak ada guru, maka tidak akan bisa menjadi orang yang berpendidikan

 

 

Dapatkan update berita menarik lainnya hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow Jurnaljatim.com di Google News.

 

Editor: Azriel