oleh

Hari Kemerdekaan RI, Daop 7 Madiun Angkut 687 Orang Penumpang KA

Madiun, Jurnal Jatim – Antusiasme masyarakat di wilayah Daop 7 Madiun, Jawa Timur untuk menggunakan moda transportasi Kereta Api (KA) pada Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-76 masih cukup tinggi, Selasa (17/8/2021). Tercatat ratusan orang menggunakan KA ke berbagai tujuan di masa pandemi.

Manager Humas PT KAI Daop 7, Madiun, Ixfan Hendriwintoko, mengungkapkan, pada hari libur nasional itu, tercatat Daop 7 Madiun mengangkut sebanyak 687 orang penumpang KA ke berbagai tujuan.

“Dan menolak sebanyak 14 orang calon penumpang karena tidak memenuhi persyaratan yang berlaku,” ungkapnya, Rabu (18/8/2021).

Ixfan mengatakan, bertepatan HUT ke 76 RI tahun 2021 itu, PT KAI Daop 7 juga melakukan kegiatan bagi-bagi souvenir kepada beberapa pelanggan KA yang ada di Stasiun Madiun, Jombang, Kediri, dan Tulungagung serta di atas KA Argowilis, Kahuripan, serta Gajayana.

Souvenir tersebut dibagikan sejumlah pegawai perempuan bagian customer service stasiun yang memakai kostum (pakaian) merah putih ala Paskibraka.

“Itu bertujuan untuk menyemarakan HUT ke-76 RI serta untuk menghormati, menghargai, dan mengenang jasa para pahlawan yang telah berhasil merebut kemerdekaan RI sekaligus memberikan apresiasi kepada pelanggan yang telah memilih KA sebagai moda transportasi,” ucapnya.

Dikatakan Ixfan, untuk memberikan kemudahan pelanggan dan mendukung program pemerintah dalam membentuk herd immunity atau kekebalan kelompok, KAI Daop 7 Madiun masih menyediakan layanan vaksinasi gratis COVID-19 bagi pelanggan di Stasiun Madiun.

“Vaksinasi terselenggara atas kerjasama antara PT KAI Daop 7 Madiun dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara Iswayudi,” katanya.

Selain layanan vaksinasi COVID-19 gratis di stasiun, PT KAI Daop 7 Madiun juga menyediakan layanan rapid test Antigen seharga Rp85.000 di 7 stasiun antara lain Stasiun Madiun, Blitar, Kertosono, Kediri, Nganjuk, Jombang, dan Tulungagung.

“KAI siap memberikan pelayanan terbaik dengan protokol kesehatan yang ketat kepada masyarakat yang tetap harus bepergian pada masa PPKM ini,” Ixfan memungkasi.

 

Editor: Azriel