Magetan, Jurnal Jatim – Mungkin tak banyak yang tahu, jika di Magetan, Jawa Timur terdapat produsen Stagen. Stagen adalah semacam korset berbentuk kain panjang yang dililitkan ke perut atau biasa juga disebut centing.
Era modern seperti saat ini, tidak banyak yang memakai stagen. Namun usaha stagen ternyata masih relevan dan masih memiliki konsumen. Bahkan stagen asal Magetan memiliki pasar sampai area Jogja dan sekitarnya.
Mengutip situs resmi magetan.go.id, Minggu (27/6/2021), produsen Stagen itu bernama Sukarno warga Desa Sidokerto, Kecamatan Sidorejo Kabupaten Magetan.
Sukarno bercerita dirinya membangun usaha stagen berawal dari ibu mertua kakaknya, orang Yogyakarta yang merupakan perajin stagen tradisional di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dia mulai tertarik kemudian belajar cara menenun stagen. Setelah bisa membuat stagen sendiri, dia pulang ke Magetan dan membuat rumah produksi sendiri dengan menggunakan alat modern.
“Tahun 2007 mulai membuat stagen di rumah sendiri dengan enam alat penenun stagen modern dari Bandung,” tuturnya.
Seperti produsen lainnya, kendala awal yang dihadapi yakni pemasaran stagen hasil produksinya. Namun, masalah itu dapat teratasi dengan mengirim stagen ke daerah Yogyakarta seperti Sleman, Bantul dan Kulonprogo.
Sukarno mengaku dapat memproduksi 300 stagen perhari dengan 27 alat tenun stagen dan dibantu 25 karyawan. Stagen asal Magetan itu berjenis Pengkol dan Glintir.
Satu stagen hasil buatannya dia hargai mulai dari Rp25.000 sampai Rp35.000. Sehingga dalam satu bulan omset pendapatannya mencapai sekitar Rp250 juta.
Jnovasi dalam bekerja Sukarno memang patut diapresiasi. Sukarno yang belajar membuat stagen secara tradisional dari Jogja, terbilang sukses memproduksi stagen dengan alat modern yang dijual di Yogjakarta.
Pemerintah daerah setempat berharap warga Magetan lainnya memiliki inovasi atau setidaknya mengadopsi inovasi daerah lain untuk dikembangkan di Magetan untuk kemajuan Magetan.
Editor: Azriel






