oleh

2.479 mahasiswa Kota Kediri dapat bantuan pendidikan Rp5 juta per tahun

Kediri, Jurnal Jatim – Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur kembali memberikan bantuan pendidikan kepada 2.479 orang mahasiswa asal daerahnya yang prestasi namun tidak memiliki biaya kuliah di perguruan tinggi.

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menyerahkan secara simbolis kepada lima mahasiswa pada Kamis (17/6/2021) lalu dengan nominal masing-masing Rp5 juta per tahun.

Penyerahan tersebut di Aula Ki Hajar Dewantara, Dinas Pendidikan Kota Kediri. Acara digelar dengan daring dan luring menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Mudah-mudahan bantuan ini dapat membantu adik-adik untuk melanjutkan kuliah. Pemberian bantuan ini juga harus didukung dengan IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) minimal 3.0,” kata Wali Kota yang akrab disapa Mas Abu saat itu.

Mas Abu menginginkan agar siswa yang tidak mampu namun memiliki potensi, memiliki prestasi yang baik dan effort yang besar dapat melanjutkan kuliah.

“Saya minta ini dipertahankan karena selain untuk persyaratan, dengan nilai IPK yang tinggi biasanya juga sangat berpengaruh ketika adik-adik masuk dunia kerja. Untuk bekerja biasanya IPK-nya minimal 2,75. Tapi adik-adik IPKnya harus di atas itu agar ke depan mudah mencari kerja,” tuturnya.

Di masa pandemi ini Mas Abu berpesan agar para mahasiswa lebih banyak memanfaatkan waktunya untuk belajar. Menurutnya, banyak peluang dan hal yang dapat dipelajari seperti yang dia ceritakan kisah sukses beberapa tokoh saat itu.

Mas Abu mengemukakan, dalam kondisi pandemi COVID-19 dengan pembelajaran masih daring, banyak kesempatan untuk belajar yang lebih. Ke depan semuanya akan terdistrupsi dan itu sudah banyak contoh di depan mata.

“Tugas adik-adik adalah belajar dan bergaul dengan baik. Kembangkan relasi seluas-luasnya. Harapan saya adik-adik tidak bekerja tapi membuka lapangan pekerjaan apapun itu,” kata Wali Kota Kediri dua periode tersebut.

“Belajar sungguh-sungguh dan minta doa ke orang tua. Pelajari apapun yang kira-kira ke depan akan berkembang. Saya rasa adik-adik bisa menetukan pilihan dengan bijak supaya ke depan bisa survive,” sambungnya.

Sementara itu, Sutinah (57) yang hadir mewakili anaknya, Said Subakti, mengungkapkan, bahwa anaknya yang saat ini sedang menempuh semester akhir di PSDKU Universitas Brawijaya Kediri tidak bisa hadir karena sakit.

Wanita paruh baya yang memiliki empat orang anak asal Kelurahan Pocanan itu mengaku senang dan bersyukur atas bantuan biaya pendidikan dari Pemkot Kediri. Selama ini, ekonomi Sutinah pas-pasan. Kesehariannya sebagai juru masak dan suaminya meninggal 2004 silam.

“Kebetulan hari ini anak saya sedang sakit dan diwakilkan ke saya untuk datang ke sini. Karena keadaan saya kurang mampu dan keseharian saya hanya sebagai juru masak, dan bapaknya juga sudah meninggal tahun 2004 lalu. Anak saya IPKnya 3.0, jadi alhamdulillah dapat,” tuturnya.

Sebatas diketahui, Pemkot Kediri, Jatim menggulirkan bantuan pendidikan bagi mahasiswa sejak tahun 2015 lalu. Pemkot Kediri mencatat sebanyak 2.479 mahasiswa Kota Kediri sudah menerima manfaat bantuan pendidikan.

 

Editor: Azriel