Tuban, Jurnal Jatim – Kapolres Tuban, Jawa Timur AKBP Ruruh Wicaksono memerintahkan anggotanya untuk meningkatkan kewaspadaan dengan memperketat penjagaan pintu masuk ke markas kepolisian setempat sebagai antisipasi aksi teror di wilayahnya.
Pengetatan dilakukan pasca insiden ledakan bom bunuh diri pasangan suami istri di depan gereja Katedral, Makassar pada Minggu (23/3/2021) dan aksi teror (lone wolf) seorang perempuan di area Mabes Polri, Rabu (31/3/2021) lalu.
Di depan pintu masuk Mapolres Tuban, petugas yang berjaga memeriksa barang bawaan dan isi tas milik tamu yang akan masuk ke lingkungan Polres Tuban.
“Kita memperketat pemeriksaan tamu yang datang ke Mapolres Tuban sebagai upaya pencegahan agar tidak terjadi aksi teror di wilayahnya,” ungkap Ruruh, Minggu, (4/4/2021).
Dalam menjalankan tugas melakukan pengamanan, anggota satuan Sabhara menggunakan rompi anti peluru, bersenjata dan juga dilengkapi alat metal detector serta mirror detector.
Petugas melakukan pemeriksaan setiap kendaraan maupun orang yang ingin masuk area Mako Polres Tuban. Hal itu sebagai salah satu kewaspadaan untuk antisipasi aksi teror.
“Kegiatan ini sebagai upaya preventif, kita tingkatkan kewaspadaan dan pengamanan Mako, semuanya kita lakukan pemeriksaan secara teliti baik kendaraan maupun orang yang memasuki Polres Tuban,” jelasnya.
Mantan Kapolres Madiun tersebut mengungkapkan, selama ini aksi teror menyasar anggota yang sedang berjaga di lapangan. Pelaku pura-pura sebagai masyarakat yang ingin melapor ke petugas atau anggota.
“Sasaran mereka adalah personel yang bertugas di lapangan, mereka bisa berpura-pura sebagai masyarakat pelapor maupun menyamar sebagai ojek online,” ujarnya.
Untuk itu, Ruruh juga mengingatkan kepada seluruh anggotanya agar tidak lengah saat melaksanakan tugas dan tetap memberikan rasa aman kepada masyarakat.
“Anggota harus siaga dan waspada setiap saat, tidak boleh lengah dan takut, serta jangan lupa selalu berdoa semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa selalu melindungi kita semua dalam pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara,” pesannya.
Editor: Hafid