oleh

Cerita Istri Juru Diesel Kapal Selam KRI Nanggala 402 Yang Hilang Kontak

Surabaya, Jurnal Jatim – Berda Asmara, tak memiliki firasat apapun jika Kapal Selam KRI Nanggala 402 yang ditumpangi suaminya Serda Mes Guntur Ari Prasetya akan hilang kontak di Perairan Bali bagian utara, yang saat ini masih dalam proses pencarian.

Berda mengaku menjalani rutinitas seperti biasa saat sebelum suaminya berangkat tugas berlayar sebagai juru diesel di Kapal Selam KRI Nanggala 402.

Wanita yang berprofesi sebagai Dosen Pendidikan Guru PAUD di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) Surabaya itu diantarkan pulang ke rumah orangtuanya dan sekaligus berpamitan mau berangkat berlayar.

“Biasa saja. Saya diantarkan ke rumah orang tua terlebih dahulu dan pamitan mau berangkat layar, hanya bilang doain selamat dik,” ujarnya dihubungi melalui telepon, Jumat (23/4/2021).

Saat berpamitan, ia mengaku tidak menunjukkan gelagat lain saat suaminya hendak bertugas. Bahkan, sapaan rutin bahkan kerap dilontarkan saat ia pulang dari bertugas.

“Setiap pulang suami selalu menanyakan kabar saya dan anak selama ditinggal. Beliau juga suka bercanda gurau,” katanya.

Dia mengatakan suaminya, sebenarnya baru saja selesai istirahat lima hari sehabis menunaikan tugas berlayar.

Sang suami juga kerap memberitahu tentang resiko pekerjaannya. Bahkan, ia juga pernah menunjukkan video tentang kapal selam yang tenggelam.

Ia mengaku, mau tidak mau, siap atau tidak siap, harus siap dengan keadaan apapun. Sehingga, saat berkumpul dengan keluarga, ia merasa sang suami selalu memanfaatkannya secara maksimal.

“Suami saat awal bekerja dahulu sudah memberi tahu saya tentang risiko kerjanya. Nunjukin video kapal selam Rusia yang hilang. Jadi mau tidak mau, siap tidak siap ya harus siap,” ceritanya.

Ia mengungkapkan, dirinya baru mengetahui kapal selam hilang kontak saat usai berbuka, pada Rabu petang (21/4/2021) melalui grup ibu-ibu KRI Nanggala-402.

Namun, ia juga mengakui jika saat berlayar, sang suami memang tidak bisa dikontak sampai tiga atau empat hari setelah sandar.

“Ternyata hilang kontak kapalnya, dan saya lihat di Google memang ada berita hilang kontaknya,” katanya.

Hingga saat ini Berda mengaku masih menunggu kabar KRI Nanggala-402 melalui grup para istri, namun belum ada kabar apapun.

Berda mengungkapkan mengenal suaminya sejak lulus SMA, kemudian mereka menikah setelah dia menempuh dua semester kuliah. Dari 13 tahun lebih pernikahannya, keduanya dikaruniai satu orang anak perempuan.

“Sampai sekarang usia pernikahan kami sudah 13 tahun empat bulan. Dan sudah punya satu anak perempuan, usia 8 tahun,” ungkapnya.

Dikatakan dia, kampusnya, Unusa juga menggelar doa bersama secara daring untuk suaminya. “Nunggu kabar resmi juga, mohon doanya supaya segera ada kabar,” ujarnya.